Backlog Perumahan Wonogiri Tembus 14 Ribu Unit, Wagub Jateng Taj Yasin Resmikan Bantuan Rumah Bata Interlocking

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 16:50 WIB
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri) meresmikan rumah bantuan yang memanfaatkan teknologi bata interlocking di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (13/8/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (kiri) meresmikan rumah bantuan yang memanfaatkan teknologi bata interlocking di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, Kamis (13/8/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Persoalan keterbatasan hunian atau backlog perumahan di Kabupaten Wonogiri terbilang masih cukup tinggi.

Merujuk data Pemprov Jawa Tengah, tercatat ada sebanyak 14.323 unit kebutuhan rumah warga di Wonogiri yang belum terpenuhi.

Kondisi tersebut menjadi sorotan utama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen saat meresmikan rumah bantuan yang memanfaatkan teknologi bata interlocking di Desa Jaten, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, pada Kamis (13/8/2026).

Taj Yasin menegaskan bahwa pemenuhan rumah layak huni merupakan instrumen penting dalam mendongkrak derajat kesejahteraan masyarakat perdesaan.

Baca Juga: Angka Kecelakaan di Sragen Melonjak, Rata-rata Satu Orang Tewas Setiap Dua Hari

Oleh sebab itu, Pemprov Jateng gencar mengintervensi melalui program pembangunan rumah baru serta rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Pada tahun anggaran 2026, Pemprov Jateng mengalokasikan bantuan untuk pembangunan 120 unit rumah baru dan peningkatan kualitas bagi 5.111 unit RTLH.

Khusus untuk Kabupaten Wonogiri, dialokasikan bantuan sebanyak 20 unit rumah baru dari provinsi.

Rumah bantuan di Desa Jaten menjadi salah satu contoh penerapan teknologi bata interlocking.

Taj Yasin menilai material modular ini memiliki potensi besar untuk mempercepat proses pengerjaan sekaligus menekan pengeluaran dari segi pembiayaan.

Baca Juga: Dua Nama Kandidat Cawabup Klaten Muncul, Salah Satunya Istri Mendiang Wabup Benny Indra

"Penginnya kita menyejahterakan, eh malah membebani. Sehingga ini menjadi contoh buat kita bersama bahwa ini kita berani," ungkap Taj Yasin, Kamis (13/8/2026).

Ia berharap inovasi teknologi bata interlocking ini kelak dapat dikembangkan secara meluas untuk menyokong program rehabilitasi RTLH.

Desain bata yang modular dinilai adaptif untuk disesuaikan dengan bagian bangunan yang membutuhkan perbaikan.

Kendati demikian, penerapan untuk skema program RTLH masih memerlukan proses kajian lanjutan.

Penyesuaian teknis tetap diperlukan mengingat kondisi serta karakteristik kebutuhan tiap bangunan rumah dan daerah berbeda-beda.

Baca Juga: Baliho Ultah Jokowi Terus Dipersoalkan, LP3HI Ajukan Praperadilan Sasar Kejari Solo

Sementara itu, Wakil Bupati Wonogiri Imron Rizkyarno menyampaikan apresiasi mendalam atas dukungan nyata Pemprov Jateng.

Ia berharap teknologi konstruksi ini dapat disinergikan secara berkesinambungan dengan program RTLH daerah agar semakin banyak warga yang merasakan hunian yang layak, aman, dan nyaman.

Usai memimpin peresmian rumah bantuan di Desa Jaten, Wagub Taj Yasin melanjutkan agenda kunjungan kerjanya menuju Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
backlog perumahan wagub jateng taj yasin bata interlocking desa jaten selogiri wonogiri wonogiri