RADARSOLO.COM- Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dirayakan secara semarak dan unik oleh berbagai lapisan masyarakat. Termasuk di Wonogiri.
Tak hanya terpusat pada seremoni resmi di Sport Tourism Center (STC) Pringgodani, para pedagang di sejumlah pasar tradisional turut memberikan penghormatan meski harus meninggalkan lapak dagangannya sejenak.
Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disdag KUKM) Wonogiri Wahyu Widayati mengatakan, pihaknya menerima laporan antusiasme para warga pasar yang ikut menghentikan aktivitas saat momen detik-detik Proklamasi.
"Saat detik-detik kemerdekaan, teman-teman pedagang di sejumlah pasar meninggalkan dagangannya. Mereka turut memperingati hari kemerdekaan," ujar Wahyu , Senin (17/8/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di beberapa lokasi pasar.
Di Pasar Ngadirojo, para pedagang, petugas pasar, hingga tukang parkir berbaur menjadi satu menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Serupa dilakukan oleh pedagang di Pasar Bung Karno Baturetno.
Sementara itu, di Pasar Sidoharjo, para pedagang menggelar upacara memperingati kemerdekaan di dalam area pasar.
Adapun di Pasar Krisak, warga pasar memilih mengheningkan cipta bersama-sama.
Baca Juga: HUT Kemerdekaan RI, Pemkab Sukoharjo Hapuskan Denda Tunggakan PBB-P2 Periode 2012-2025
"Di Pasar Krisak, teman-teman pedagang mengheningkan cipta bersama-sama. Mereka mengenang jasa para pahlawan dengan cara ini," beber Wahyu.
Selain upacara singkat, beberapa kelompok pedagang di pasar lain juga menyelenggarakan tumpengan dan berbagai perlombaan khas kemerdekaan.
"Marakke brebes (bikin terharu). Mereka dengan keterbatasannya tetap memperingati kemerdekaan RI," ungkap Wahyu.
Semangat nasionalisme juga menggelora di kawasan perairan.
Puluhan warga Dusun Jatisari, Desa Gumiwang Lor, Kecamatan Wuryantoro bersama kelompok pemancing dan nelayan menggelar upacara HUT ke-81 RI di tepi Waduk Gajah Mungkur (WGM) tepat pada momen detik-detik Proklamasi.
Baca Juga: Antrean Mengular Panjang di Sragen, Pertamina Jamin Stok Aman
Salah seorang warga setempat, Jali, menuturkan, upacara tersebut berlangsung secara spontan tanpa alokasi anggaran khusus.
"Warga mengibarkan Merah Putih dan menyanyikan Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan sekaligus menumbuhkan nasionalisme," terang Jali.
Menanggapi berbagai aksi kreatif masyarakat tersebut, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan, usia kemerdekaan Indonesia yang memasuki 81 tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan bangsa belum usai.
"Kemerdekaan merupakan gerbang menuju masyarakat yang adil, makmur, dan berdaulat," tegasnya.
Ia mengimbau seluruh elemen masyarakat di Wonogiri untuk terus mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif serta senantiasa mengutamakan kepentingan bangsa.
"Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui sinergi pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak," pungkas Setyo. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com