RADARSOLO.COM - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Karangtengah, Wonogiri, terasa seperti momentum Idul Fitri.
Bukan hanya karena rangkaian kegiatan yang digelar meriah.
Tetapi banyak warga perantauan memilih pulang kampung untuk merayakan kemerdekaan bersama keluarga.
Camat Karangtengah Lilik Hendratno mengatakan, suasana peringatan Agustusan di wilayahnya memiliki kekhasan tersendiri.
Baca Juga: Dapat Remisi, 5 Narapidana Rutan Boyolali Bebas
Momentum ini menjadi kesempatan bagi warga Karangtengah untuk berkumpul, termasuk mereka yang sehari-hari bekerja atau tinggal di luar daerah.
"Suasananya seperti Idul Fitri. Banyak perantau yang pulang kampung untuk ikut merayakan 17 Agustus bersama keluarga dan masyarakat," kata Lilik.
Menurut camat, kepulangan warga perantauan turut membuat suasana desa-desa di Karangtengah menjadi lebih ramai.
Semangat kebersamaan ini tidak hanya terlihat dalam upacara, tetapi juga dalam berbagai kegiatan masyarakat yang digelar selama rangkaian peringatan kemerdekaan.
Tahun ini, Kecamatan Karangtengah mengusung semarak kemerdekaan bertajuk Pesta Rakyat Kampung Rempah #2.
Baca Juga: Cek Status Desil 2026 Lewat Link cekbansos.kemensos.go.id dan dtsen-form.bps.go.id, Simak Panduannya
Sejumlah kegiatan disiapkan. Mulai dari olahraga, seni budaya hingga kegiatan tradisi masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Bola Voli Piala Bupati pada 8 Agustus.
Selanjutnya digelar lomba paduan suara TP PKK pada 14 Agustus dan malam tirakatan pada 16 Agustus.
Pada Senin (17/8/2026), kemeriahan berlanjut dengan upacara detik-detik Proklamasi di Lapangan Pandan Wangi, Dusun Timbangan.
Setelah itu, masyarakat mengikuti senam bersama TP PKK, pentas seni insan pendidikan, atraksi seni beladiri, upacara penurunan bendera hingga pentas seni tayub.
Baca Juga: Dapat Remisi, 5 Narapidana Rutan Boyolali Bebas
Sementara pada Selasa (18/8/2026), masyarakat kembali disuguhi berbagai kegiatan.
Di antaranya pawai budaya yang mengambil rute Dusun Joso-Dusun Timbangan, pentas reog serta pertunjukan campursari "Purwo Wilis".
Rangkaian Pesta Rakyat Kampung Rempah #2 masih berlanjut dengan pentas wayang kulit pada Sabtu (22/8/3026) di Pendopo Kecamatan Karangtengah.
"Rangkaian kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Momentum peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk mempertemukan masyarakat sekaligus memperkuat gotong royong dan rasa kebersamaan," beber dia.
Pihak Kecamatan Karangatengah ingin semangat kemerdekaan ini dirasakan seluruh masyarakat.
Baca Juga: 1.500 Konco Vario Kumpul di Semarang, Meriahkan Exhibition New Honda Vario Evo 160
Termasuk para perantau yang pulang, sehingga bisa bersama-sama merayakan dan menjaga kebersamaan di kampung halaman.
Fenomena perantau yang pulang kampung saat HUT RI memiliki nuansa tersendiri.
Seperti halnya Lebaran, jalan-jalan kampung kembali ramai oleh warga yang datang dari berbagai daerah untuk berkumpul bersama keluarga.
"Kehadiran mereka sekaligus menunjukkan bahwa bagi masyarakat Karangtengah, kemerdekaan bukan hanya diperingati melalui upacara. Lebih dari itu, 17 Agustus menjadi momentum untuk kembali ke akar, bertemu keluarga, menyapa tetangga dan merawat kebersamaan di kampung halaman," pungkas Camat. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com