Untung Tak Cedera, Atlet Paralayang Kejuaraan Internasional Mendarat di Persawahan Krisak Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 18:53 WIB
 Atlet paralayang mendarat di lahan persawahan Krisak, Selogiri, Wonogiri saat mengikuti practice day Kejuaraan Internasional Paralayang bertajuk Panglima TNI Cup 2026, Kamis (20/8/2026). (ISTIMEWA)
Atlet paralayang mendarat di lahan persawahan Krisak, Selogiri, Wonogiri saat mengikuti practice day Kejuaraan Internasional Paralayang bertajuk Panglima TNI Cup 2026, Kamis (20/8/2026). (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM- Sejumlah atlet paralayang dilaporkan mendarat di area persawahan Krisak, Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Kamis (20/8/2026).

Kondisi tersebut terjadi saat para peserta mengikuti practice day Kejuaraan Internasional Paralayang bertajuk Panglima TNI Cup 2026.

Ketua Paralayang Jawa Tengah Thomas Widyanto mengatakan practice day digelar sebagai kesempatan bagi para atlet untuk mengenali medan sebelum pertandingan resmi dimulai.

Sebanyak 78 peserta mengikuti sesi latihan tersebut.

Baca Juga: Diikuti Atlet Dunia, Kejuaraan Paralayang Internasional Panglima TNI Cup 2026 Dibuka di Wonogiri

"Ini practice day, jadi untuk mengenal medan. Tadi ada 78 peserta yang terbang dan mengerjakan tugas sekitar 34 kilometer," kata Thomas.

Rute penerbangan peserta dimulai dari Puncak Joglo, kemudian mengarah ke Jumapolo, Mulur, hingga Lalung.

Dalam perjalanan tersebut, tidak seluruh atlet berhasil mencapai area pendaratan utama.

Thomas menuturkan, sebagian peserta mendarat di landing area Waduk Gajah Mungkur (WGM).

Namun, beberapa lainnya turun di wilayah Krisak, Selogiri, dan sebagian lagi mendarat di kawasan Mulur.

Baca Juga: Catat! Pawai Pembangunan 2026, Arus Lalu Lintas Solo Dialihkan Mulai Pukul 14.00

"Sekitar 40-an orang yang finish. Ada yang turun di landing area WGM, ada juga beberapa yang turun di Krisak, Selogiri. Di Mulur juga ada," papar dia.

Thomas menegaskan, atlet yang mendarat di luar area pendaratan utama merupakan hal wajar dalam olahraga paralayang.

Kemampuan pilot dalam membaca kondisi angin dan mencari thermal atau arus udara panas yang dapat membantu mempertahankan ketinggian menjadi salah satu faktor penentu.

"Memang tergantung skill pilot mencari thermal. Tidak semua bisa finish di area yang ditentukan," jelasnya.

Dia memastikan tidak ada atlet yang mengalami cedera dalam sesi latihan tersebut. Pendaratan di sejumlah lokasi juga tidak perlu dikhawatirkan masyarakat.

Baca Juga: Faizul Naik ke Tim Senior Persis Soll, Ricky Nelson Soroti Kecepatan dan Timing Bermain

"Tidak ada yang cedera. Itu wajar, tidak perlu panik. Tadi malah jadi tontonan juga, jadi hiburan bagi masyarakat," kata Thomas.

Sementara itu, pertandingan resmi Panglima TNI Cup 2026 dijadwalkan mulai Jumat (21/8/2026) sekitar pukul 11.00.

Para peserta akan kembali beradu kemampuan untuk menyelesaikan tugas penerbangan yang telah ditentukan panitia. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
atlet paralayang mendarat di sawah krisak wonogiri paralayang kejuaraan internasional