Mengenal Rainafaaiza Azzalia, Siswi SMAN 3 Wonogiri Bawa Gamelan dan Batik Remekan ke Nasional

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:57 WIB
Rainafaaiza Azzalia Sava terpilih mewakili pelajar Wonogiri dalam Forum Delegasi Pelajar yang akan digelar di Jakarta, 29 Agustus 2026. (DOK.PRIBADI)
Rainafaaiza Azzalia Sava terpilih mewakili pelajar Wonogiri dalam Forum Delegasi Pelajar yang akan digelar di Jakarta, 29 Agustus 2026. (DOK.PRIBADI)

RADARSOLO.COM - Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar Wonogiri. Rainafaaiza Azzalia Sava, siswi kelas X SMAN 3 Wonogiri, berhasil lolos dalam tiga ajang bergengsi tingkat nasional.

Tiga capaian tersebut diraih dara yang akrab disapa Ayna dalam waktu hampir bersamaan.

Dia terpilih mewakili pelajar Wonogiri dalam Forum Delegasi Pelajar yang akan digelar di Jakarta, 29 Agustus 2026.

Baca Juga: 2 Kandang Ternak Ayam di Karanggede Boyolali Terbakar, Rugi Rp1 Miliar

Dalam forum tersebut, Ayna mengangkat tema gamelan tradisional. 

Menurutnya, gamelan merupakan warisan nenek moyang yang harus terus dilestarikan generasi muda.

"Karena gamelan adalah salah satu warisan nenek moyang yang harus dilestarikan generasi penerus. Karena kalau bukan kita yang nguri-nguri, siapa lagi?" ujar Ayna.

Tak berhenti di sana, Ayna juga masuk dalam lima pelajar sekolah asal Jawa Tengah yang lolos Youth Character Summit 2026 melalui jalur pilihan dewan juri.

Dia bahkan mendapatkan golden ticket langsung dari dewan juri.

Capaian tersebut menjadi salah satu yang paling berkesan bagi Ayna. Sebab, dia harus bersaing dengan banyak peserta dari seluruh Jawa Tengah.

Baca Juga: Mau Tahu Masuk Desil Berapa? Cara Cek Desil DTSEN BPS Online 2026 Pakai HP dan NIK di dtsen-form.bps

Kegiatan tersebut juga menjadi pengalaman pertamanya mengikuti kegiatan yang berlangsung jauh dari keluarga.

Youth Character Summit 2026 akan digelar di Bali pada akhir Desember hingga awal Januari mendatang.

Selama 11 hari, Ayna akan mengikuti kegiatan bersama peserta lainnya di sebuah desa.

"Saya harus siap beradaptasi dengan lingkungan baru, bertemu teman-teman baru dan belajar memahami semua karakter mereka," katanya.

Prestasi ketiga diraih Ayna pada Agustus ini. Ia berhasil menjadi juara pertama atau winner Puteri Budaya Indonesia.

Baca Juga: Sosok Aisyah Thisia Halijam, Istri Gubernur Kalteng Agustiar Sabran yang Disorot Imbas Ucapan Ultah

Dalam ajang tersebut, Ayna mengangkat Batik Remekan sebagai batik khas Wonogiri.

Menurut Ayna, Batik Remekan memiliki keunikan pada motifnya yang menyerupai retakan.

Ia ingin batik tersebut semakin dikenal di tingkat nasional.

"Karena batik Wonogiri itu indah dan harus diangkat ke tingkat nasional. Biar tidak kalah dengan batik-batik khas kota lain," ujarnya.

Di balik berbagai prestasi tersebut, Ayna harus membagi waktu antara sekolah, organisasi, modeling, public speaking, serta kompetisi.

Ia mengaku terbiasa menggunakan skala prioritas.

"Selama kita jalani dengan enjoy dan bahagia, akan terasa ringan. Berat di awal, tapi kita harus memaksa diri untuk terbiasa," papar Ayna.

Tantangan terbesar, menurut Ayna, adalah menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan dalam setiap ajang. Dia juga berusaha tidak minder ketika berhadapan dengan peserta lain.

"Jangan merasa insecure dengan peserta lain, karena kita punya kelebihan masing-masing," kata Ayna.

Dukungan orang tua dan sekolah juga menjadi bagian penting.

Pihak sekolah selalu mendapat informasi ketika Ayna mengikuti kegiatan di luar yang membawa nama sekolah.

Baca Juga: Mental Jadi Penentu Pemain Muda Persis Solo Tembus Level Profesional

"Support orang tua tentunya all out. Pihak sekolah juga selalu diinfo ketika mengikuti kegiatan di luar yang membawa nama sekolah. Jadi selalu ada support," ujarnya.

Ayna bukan pendatang baru dalam dunia prestasi. Gadis kelahiran Mei 2011 itu mulai menekuni modeling sejak usia empat tahun.

Debutnya sebagai model cilik dilakukan dalam Solo Batik Fashion 2015.

Sejak duduk di SMPN 1 Wonogiri, Ayna aktif mengikuti berbagai kegiatan tingkat provinsi hingga nasional.

Pada 2024, ia menjadi Winner Puteri Kebaya Jawa Tengah dan melaju ke tingkat nasional hingga meraih penghargaan Best Performance.

Kini, Ayna aktif sebagai MC dan public speaker. Saat kelas VIII SMP, ia juga mulai membuka Ayna Catwalk Class, kelas modeling untuk anak-anak hingga dewasa di Wonogiri.

Ayna juga aktif dalam kepengurusan Forum Anak Wonogiri sejak 2025 dan berencana tetap aktif untuk periode 2026-2027.

Ibunda Ayna, Fenty Kurniasari mengatakan, orang tua memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan personal branding anak, terutama saat memasuki usia remaja.

"Sebagai orang tua, memang sangat berperan dalam membentuk karakter anak, sekaligus terlibat membentuk personal branding anak, apalagi di usia remaja. Di usia yang butuh pengawasan ekstra," kata dia.

Fenty menggambarkan pola pendampingan tersebut dengan ungkapan Jawa, 'diculne ndhase dicekel buntute'. Anak diberikan ruang untuk berkembang, tetapi tetap berada dalam pengawasan dan pendampingan orang tua. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Rainafaaiza Azzalia Sava DELEGASI PELAJAR BATIK REMEKAN SMAN 3 Wonogiri gamelan