RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri mulai mematangkan persiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Sebanyak 50 desa dipastikan akan menggelar pemilihan kepala desa secara serentak pada 7 Desember 2026.
Persiapan tersebut dibahas secara khusus dalam Rapat Koordinasi Forkopimda Kabupaten Wonogiri yang berlangsung di Ruang Kahyangan, Kompleks Setda Wonogiri, Rabu (26/8/2026).
Baca Juga: Kekeringan Klaten Mulai Meluas di Empat Kecamatan, Penyaluran Air Bersih Tembus 630 Tangki
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri Djoko Purwidyatmo memaparkan, Pilkades 2026 ini mencakup 50 desa yang tersebar di 18 kecamatan.
Dari total lokasi tersebut, Desa Wonoharjo di Kecamatan Wonogiri Kota dipastikan akan dipimpin oleh kepala desa baru karena petahana telah menjabat selama tiga periode berturut-turut.
"49 desa lainnya masih memungkinkan kepala desa petahana mencalonkan diri kembali sesuai ketentuan yang berlaku," terang Djoko Purwidyatmo, Rabu (26/8/2026).
Djoko menjelaskan, serangkaian tahapan awal telah berjalan mulai dari sosialisasi kepada camat dan Kasi Tata Pemerintahan (Tapem), hingga koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terkait regulasi.
Pembentukan tim pengendali tingkat kabupaten dijadwalkan mulai 1 September 2026 dan dilanjutkan tim tingkat kecamatan.
Selanjutnya, pembentukan panitia pemilihan tingkat desa akan berlangsung pada 2 September 2026, disusul penerimaan daftar pemilih sementara pada 7 September 2026.
Baca Juga: Tindak Lanjut Aspirasi Warga, Bupati Klaten Cek Langsung Pengaspalan Ruas Jalan Trucuk-Kalikebo
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menginstruksikan agar seluruh lini persiapan dilakukan dengan cermat.
Terutama menyangkut payung hukum dan aturan main guna mengantisipasi munculnya calon tunggal maupun kandidat yang melebihi lima orang.
"Pilkades bukan sekadar memilih sosok yang akan memimpin desa. Lebih dari itu, Pilkades merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dilaksanakan secara transparan, profesional, netral, dan sesuai aturan," ujar Setyo.
Bupati menekankan bahwa Pilkades merupakan perwujudan demokrasi dan kedaulatan rakyat di tingkat desa yang harus terus dikawal dan dirawat.
Baca Juga: Terkendala Terbatasnya Anggaran, Panahan Solo Tetap Berani Bidik Tiga Emas di Porprov 2026
Ia turut mengingatkan masyarakat agar tidak terpecah belah akibat perbedaan pilihan politik.
Setyo mengimbau seluruh elemen tim pengendali, panitia tingkat desa, hingga Forkopimcam untuk selalu menjaga profesionalisme dan menghindari tindakan intervensi dalam proses pemilihan.
"Dengan persiapan yang matang dan dukungan seluruh pihak, Pilkades 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, tertib, demokratis, serta melahirkan pemimpin desa yang benar-benar menjadi pilihan masyarakat," pungkas bupati. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com