Survei Akreditasi RSUD Wonogiri Dimulai, Bupati Tekankan Layanan Bermutu dan Berorientasi Keselamatan Pasien

Tri wahyu Cahyono • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 12:36 WIB
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (tengah) hadiri Survei akreditasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Rabu (2/9/2026). (DOK.RSUD WONOGIRI)
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno (tengah) hadiri Survei akreditasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP), Rabu (2/9/2026). (DOK.RSUD WONOGIRI)

RADARSOLO.COM – Survei akreditasi RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri oleh Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP) resmi dimulai.

Survei dilaksanakan selama 3 hari mulai 31 Agustus 2026 melalui daring dan tanggal 2 dan 3 September melalui luring.

Dalam acara pembukaan survei akreditasi pada Rabu (2/9/2026) dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, kepala Dinas Kesehatan Wonogiri, Dewan Pengawas serta Civitas Hospitalia RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri. Termasuk 150 tamu undangan lainnya.

Baca Juga: Forum Konsultasi Publik RSUD Dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Bupati Setyo meminta proses akreditasi tidak sekadar berorientasi pada pemenuhan dokumen dan standar.

Tetapi menjadi momentum memperkuat budaya mutu serta keselamatan pasien.

Penilaian akreditasi rumah sakit merupakan bagian penting dalam memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman, cepat, mudah, manusiawi, bermutu, dan terjangkau.

Ditambahkan Setyo, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso memiliki posisi strategis sebagai salah satu rumah sakit rujukan yang menjadi tumpuan masyarakat Wonogiri dan wilayah sekitarnya.

Karena itu, peningkatan mutu pelayanan rumah sakit tidak dapat hanya dibebankan kepada direktur dan jajaran manajemen.

Seluruh dokter, tenaga kesehatan, tenaga keperawatan, tenaga kebidanan, tenaga penunjang, hingga karyawan memiliki peran yang sama dalam membangun kualitas pelayanan.

Baca Juga: Dokter Spesialis hingga Cleaning Service di RSUD Wonogiri Dilatih Gunakan APAR dan Spill Kit

“Akreditasi rumah sakit bukan sekadar kegiatan untuk memperoleh atau mempertahankan sebuah predikat," tegas bupati.

"Lebih dari itu, akreditasi merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat memenuhi standar mutu, keselamatan pasien, profesionalisme, dan tata kelola yang baik,” lanjutnya.

Bupati berharap survei akreditasi dapat menjadi sarana evaluasi secara objektif terhadap seluruh proses pelayanan yang selama ini dilaksanakan di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso.

Berbagai temuan dan rekomendasi dari tim surveior diharapkan tidak dipandang sebagai kekurangan semata.

Baca Juga: Waspada Komplikasi Fatal Campak, Simak Penjelasan Dokter Spesialis Anak RSUD Wonogiri

Sebaliknya, hal tersebut harus menjadi masukan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.

“Apabila terdapat hal-hal yang masih perlu diperbaiki, jangan dipandang sebagai kekurangan semata, tetapi jadikan sebagai masukan dan kesempatan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan,” ujar Setyo.

Bupati juga mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan rumah sakit tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, pemenuhan standar, maupun hasil penilaian akreditasi.

Keberhasilan yang sesungguhnya, lanjutnya, tercermin ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang aman, cepat, mudah, manusiawi, bermutu, dan terjangkau.

Masyarakat juga harus memiliki keyakinan bahwa ketika datang ke rumah sakit, mereka akan mendapatkan pelayanan terbaik.

Untuk mewujudkan pelayanan tersebut, budaya mutu diminta tidak berhenti sebagai slogan atau sekadar pemenuhan standar akreditasi. Budaya mutu harus menjadi kebiasaan dalam pelaksanaan pelayanan sehari-hari.

Baca Juga: Rayakan Hari Jadi ke-70: RSUD Wonogiri Bertekad Makin Maju, Dicintai Masyarakat

Hal itu dapat diwujudkan melalui komunikasi yang baik dengan pasien dan keluarga, ketepatan identifikasi pasien, kepatuhan terhadap prosedur, penerapan keselamatan pasien, pencegahan dan pengendalian infeksi, penggunaan obat yang aman, hingga menjaga kebersihan lingkungan rumah sakit.

Sikap ramah dan empati dari setiap petugas juga dinilai menjadi bagian penting dalam memberikan pengalaman pelayanan yang baik kepada pasien.

“Kita ingin masyarakat Wonogiri tidak hanya mendapatkan pelayanan kesehatan, tetapi juga mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik dan bermartabat,” tegas Bupati Setyo.

Dengan demikian, proses akreditasi diharapkan tidak berhenti ketika survei selesai dan hasil penilaian diterima.

Lebih jauh, seluruh rekomendasi yang diberikan harus menjadi dasar untuk memperkuat sistem pelayanan dan meningkatkan kepuasan masyarakat.

Bupati menyampaikan apresiasi kepada Tim Surveior LARS DHP yang melakukan asesmen dan evaluasi secara profesional, objektif, dan independen.

Baca Juga: RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Gelar Apel Kendaraan Dinas Operasional Sebagai Wujud Tertib Administrasi dan Pengamanan Barang Milik Daerah

Rekomendasi hasil survei diharapkan dapat menjadi bahan penting bagi Pemkab Wonogiri dan manajemen RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso dalam menentukan langkah perbaikan dan pengembangan rumah sakit.

Kepada jajaran RSUD Wonogiri, Pemkab berpesan agar seluruh rangkaian survei diikuti dengan terbuka, jujur, profesional, dan penuh semangat perbaikan.

“Tidak perlu melihat survei akreditasi sebagai sesuatu yang menakutkan. Jadikan survei ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan apa yang telah dikerjakan sekaligus belajar dari apa yang masih dapat ditingkatkan,” ungkapnya.

Pemkab Wonogiri juga memastikan dukungan terhadap upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Dukungan tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pemenuhan sarana dan prasarana, serta peningkatan tata kelola rumah sakit sesuai kemampuan daerah dan ketentuan yang berlaku.

Dengan komitmen, kerja keras, kebersamaan, dan integritas seluruh jajaran, RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai rumah sakit rujukan yang memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat.

Survei akreditasi LARS DHP pun diharapkan tidak hanya menghasilkan predikat akreditasi.

Tetapi membawa dampak nyata terhadap peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Kabupaten Wonogiri. (*)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
survei akreditasi rsud dr.soediran mangun sumarso RSUD Wonogiri bupati wonogiri setyo sukarno pelayanan masyarakat