Atasi Bencana Kekeringan, Pemkab Wonogiri Gelontorkan 3,1 Juta Liter Air Bersih ke 11 Kecamatan

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 17:23 WIB
Dropping air bersih di Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri belum lama ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Dropping air bersih di Desa Purwoharjo, Kecamatan Karangtengah, Wonogiri belum lama ini. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Bencana krisis air bersih mulai dirasakan oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Wonogiri.

Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Wonogiri menyalurkan bantuan jutaan liter air bersih bagi warga yang terdampak kemarau panjang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Wonogiri FX Pranata menyatakan, Pemkab Wonogiri telah menyiapkan strategi penanganan darurat melalui dropping air bersih khusus kebutuhan konsumsi masyarakat.

Baca Juga: 28 Ribu Liter Air Diguyurkan dari Udara dengan Helikopter, Terus Sisir Titik Api TPA Putri Cempo

"Bicara El Nino iya, saat ini ada dampak di musim kemarau. Pemkab Wonogiri juga sudah menyiapkan strategi untuk ini. Salah satunya adalah droping air bersih untuk air konsumsi," ujar Pranata, Senin (7/9/2026).

Guna mendukung operasional pengadaan dan distribusi air bersih di lapangan, Pemkab Wonogiri mengalokasikan anggaran darurat sebesar kurang lebih Rp300 juta.

Pranata menjelaskan, pemetaan terhadap wilayah rawan krisis air di Kota Sukses telah dilakukan.

Hingga Minggu (6/9/2026), tercatat sebanyak 3,1 juta liter air bersih telah didistribusikan secara bertahap ke 11 kecamatan.

Wilayah penerima manfaat tersebut meliputi Kecamatan Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Giriwoyo, Jatiroto, Tirtomoyo, Karangtengah, Nguntoronadi, Wonogiri Kota, Manyaran, dan Baturetno.

"Sampai saat ini juga sudah jalan droping air bersih. Kemarin juga ada dropping dari organisasi kemasyarakatan. Memang ada yang peduli dan ada juga yang tidak terpantau dalam penyaluran air bersih," terangnya.

Pemetaan 14 Kecamatan Potensial Terdampak

Baca Juga: Cetak Laba Rp31,2 Triliun di Triwulan II 2026, BRI Komitmen Jaga Shareholder Return Berkelanjutan

Secara terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Fuad Wahyu Pratama memaparkan, berdasarkan hasil pemetaan teknis, terdapat total 14 kecamatan yang berpotensi mengalami dampak kekeringan.

Selain 11 kecamatan yang sudah mendapatkan pasokan air dari pemkab, tiga kecamatan lain yang masuk daftar potensi terdampak yakni Kecamatan Selogiri, Wuryantoro, dan Paranggupito.

"Tiga kecamatan itu belum ada droping dari Pemkab Wonogiri karena belum ada permintaan dari wilayah. Tapi memang sudah ada CSR ataupun bantuan yang dikirimkan ke wilayah itu. Misalnya dari kepolisian atau organisasi lain," papar Fuad.

Fuad menambahkan bahwa BPBD Wonogiri terbuka untuk berkoordinasi dengan seluruh elemen organisasi, lembaga swasta, maupun pihak yang ingin menyalurkan bantuan air bersih agar distribusi tepat sasaran sesuai data titik rawan. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pemkab wonogiri bpbd wonogiri kekeringan dropping air bersih