RADARSOLO.COM- Pemkab Wonogiri terus memperkuat ekosistem halal sebagai bagian dari strategi menaikkan daya saing produk UMKM lokal.
Sinergi bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dinilai krusial guna memperluas jangkauan sertifikasi sekaligus pembukaan akses pasar.
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menegaskan, pengembangan ekosistem produk halal tidak sekadar gugur kewajiban terhadap regulasi nasional.
Baca Juga: Sebaran SPPG di Wonogiri Belum Merata, Ada Dapur yang Sediakan 3.800 Porsi MBG Setiap Hari
Lebih jauh, legalitas sertifikasi halal berfungsi sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Setyo, kepemilikan sertifikat halal memberikan nilai tambah (added value) yang signifikan. Jaminan atas kualitas, keamanan, serta kehalalan menjadi standar pertimbangan utama konsumen modern.
"Sertifikasi halal dapat meningkatkan kepercayaan konsumen, memperluas pangsa pasar, membuka akses ke pasar ritel modern hingga ekspor. Ini menjadi selling point dan keunggulan kompetitif bagi produk lokal," ujar Setyo Sukarno saat sosialisasi pembentukan ekosistem halal di Wonogiri, Rabu (9/9/2026).
Guna mengakselerasi terbentuknya ekosistem tersebut, Pemkab Wonogiri menggalang kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Sinergi ini melibatkan Dinas Perdagangan dan KUKM, Disnakerin, Dinas Kominfo, serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Wonogiri.
"Sinergi ini dilakukan melalui program sertifikasi sekaligus perluasan pasar bagi pelaku usaha," kata Setyo.
Selaras dengan Arah Pembangunan Wonogiri 2027
Baca Juga: Pemdes Kaliboto Mojogedang Mediasi dengan SMP Bhakti Karya terkait Sengketa Lahan, Ini Hasilnya
Setyo menambahkan, penguatan ekosistem halal ini beriringan dengan fokus arah pembangunan Kabupaten Wonogiri tahun 2027, yakni pengembangan sumber daya manusia unggul yang didukung kelembagaan dan sarana prasarana guna menopang sektor ekonomi, pariwisata, serta ekonomi kreatif.
Langkah strategis tersebut mencatatkan tren positif.
Sepanjang kurun waktu 2021 hingga 2025, tercatat sebanyak 10.352 sertifikat halal telah diterbitkan bagi berbagai produk pelaku usaha di Wonogiri.
"Jumlah ini tentu diharapkan terus bertumbuh seiring waktu," terangnya.
Baca Juga: DPRD Sragen Desak Polemik PT Donglong Textile Semarang Segera Dirampungkan
Setyo menilai pesatnya gaya hidup halal (halal lifestyle) global harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha lokal.
Sebab, standar halal saat ini erat kaitannya dengan kebersihan, kesehatan, dan higienitas produk secara menyeluruh.
"Dengan peran serta semua pihak, saya meyakini sektor industri halal di wilayah Wonogiri akan berkembang pesat," pungkas Setyo. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com