BMKG Prediksi El Nino Bertahan Hingga Awal 2027, Warga Wonogiri Diimbau Waspada Karhutla dan Krisis Air Bersih

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 13:04 WIB
Ilustrasi kekeringan. (DOK.ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
Ilustrasi kekeringan. (DOK.ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Masyarakat Kabupaten Wonogiri diimbau meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Musim kemarau yang saat ini tengah berlangsung diperparah fenomena El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) berpotensi bertahan hingga awal 2027.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menjelaskan, merujuk informasi BMKG, tren kenaikan suhu udara masih terus terjadi di berbagai area.

Baca Juga: Adu Cepat di Sirkuit Boyolali, 60 Pebalap Cilik Berebut Tiket FIM MiniGP World Series Valencia Spanyol

"Dampaknya ke sumber air yang berkurang atau mengering. Daun atau tanaman kering yang meningkatkan kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," tutur Fuad Wahyu Pratama.

Berdasarkan pemutakhiran data BMKG, periode puncak musim kemarau 2026 berlangsung dalam rentang Juli hingga September dengan durasi yang bervariasi di tiap area.

Sementara itu, peluang fenomena El Nino bertahan hingga awal tahun 2027 menembus 75 persen dengan kategori sangat kuat.

Fuad menggarisbawahi aktivitas pembakaran sampah secara ceroboh sebagai salah satu pemicu utama timbulnya karhutla.

Warga diminta tidak membakar sampah di tempat terbuka tanpa ada pengawasan langsung.

"Memang ada beberapa penyebab karhutla. Pertama membakar sampah dan tidak ditunggu. Ada beberapa kasus kejadian yang ditangani teman-teman seperti itu," jelas mantan Camat Giritontro tersebut.

Baca Juga: Beraksi di Depan Ibu Kandungnya, Pelaku Penikaman Petani di Masaran Sragen Dibekuk Polisi 

Di sisi lain, perluasan dampak musim kemarau kian dirasakan oleh masyarakat.

BPBD Kabupaten Wonogiri mengintensifkan penyaluran (dropping) bantuan air bersih ke titik-titik lokasi krisis air.

Hingga saat ini, sebanyak 11 kecamatan mengajukan permohonan bantuan armada tangki air bersih dari total 14 kecamatan yang teridentifikasi mengalami kekeringan.

Baca Juga: Berawal Sengketa Air Sawah, Petani di Masaran Sragen Tewas Ditikam saat Olahraga Pagi

BPBD Wonogiri turut membuka ruang koordinasi bagi lembaga non-pemerintah, komunitas, maupun organisasi kemasyarakatan yang ingin mendonasikan air bersih agar alokasi bantuan terdistribusi secara presisi dan merata.

"Kami siap berkoordinasi kalau ada organisasi atau lembaga yang hendak mengirimkan air bersih. Kami bisa memberikan informasi atau referensi wilayah yang bisa dibantu dropping air bersih," pangkas Fuad. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
BMKG bpbd wonogiri kekeringan karhutla el nino