Derita Infeksi Usus Hingga Tak Bisa Beraktivitas, Bocah 10 Tahun di Wonogiri Diduga Ditelantarkan Orang Tua

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 18:13 WIB
Kondisi Rafasya Maliq Ibrahim, anak asal Kecamatan Wonogiri Kota yang menderita infeksi usus. (ISTIMEWA)
Kondisi Rafasya Maliq Ibrahim, anak asal Kecamatan Wonogiri Kota yang menderita infeksi usus. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Malang nasib yang dialami Rafasya Maliq Ibrahim (10), anak asal Kecamatan Wonogiri Kota.

Bocah laki-laki penderita infeksi usus yang membutuhkan perawatan medis intensif tersebut diduga ditelantarkan oleh orang tuanya dan kini hanya bisa terbaring lemah di ranjang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Rafasya saat ini tinggal bersama kakek dan nenek dari pihak almarhumah ibu kandungnya di sebuah rumah kontrakan di Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota.

Baca Juga: Berkat Holding Ultra Mikro, Pengusaha Laundry di Penajam Paser Utara Sukses Naik Kelas Jadi Agen BRILink

Sementara ayah kandungnya bermukim bersama istri barunya di Kelurahan Wonoboyo, Kecamatan Wonogiri Kota.

Rafasya didiagnosis menderita infeksi usus sejak awal tahun ini.

Setelah sempat mendapat tindakan perawatan medis di RS Muhammadiyah Selogiri, ia menjalani operasi pembuatan saluran pembuangan di bagian samping tubuhnya di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

Demi membiayai pengobatan sang cucu serta mencukupi kebutuhan harian, kakek dan neneknya bahkan rela menjual rumah tinggal mereka yang berlokasi di Kelurahan Giriwono, Kecamatan Wonogiri Kota.

Kepala Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Kabupaten Wonogiri, Anton Tiyas Harjanto, membenarkan pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan pascamenerima aduan warga.

"Pekan kemarin tim sudah turun ke lokasi untuk mengecek kondisinya," kata Anton Tiyas Harjanto, Senin (14/9/2026).

Baca Juga: Pamerkan Produk Kuliner hingga Kerajinan Unggulan, KAPASSKA Fair di Alun-alun Klaten Bukukan Transaksi Rp83 Ju

Berdasarkan hasil temuan tim lapangan, timbulnya penyakit infeksi usus pada tubuh Rafasya diduga dipicu oleh minimnya asupan makanan bergizi serta konsumsi jajanan yang kurang sehat tanpa pengawasan ketat.

"Asupan gizi dan pengawasan dari orang tuanya kurang. Tinggalnya sekarang dengan kakek dan neneknya," terang Anton.

Semula, Tim Mawas dari RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri disiagakan untuk menjemput Rafasya setelah status BPJS milik sang anak diaktifkan kembali.

Namun, kedatangan ibu tiri korban sempat diwarnai penolakan penanganan RSUD dengan alasan pihak keluarga telah merawat korban dan lebih mengenali dokter di RS Muhammadiyah Selogiri.

Baca Juga: Sebatang Kara, Warga Sragen Diduga Jadi Korban Kapal Virgo Transport 8

"Hari ini informasinya dirujuk ke (RSUP) Sardjito," ujar Anton.

Indikasi Penelantaran dan Intervensi Pemerintah

Mengenai adanya indikasi tindak penelantaran anak, Anton menegaskan temuan tim Dinsos di lapangan mengarah kuat pada dugaan tersebut.

Hal itu didasari sikap orang tua yang membiarkan kakek dan nenek korban merawat sendiri sang anak dalam kondisi sakit.

Selain itu, orang tua korban sebelumnya juga tidak mengantarkan Rafasya untuk menjalani kontrol rutin ke RSUP dr. Sardjito.

Keberadaan ayah kandung Rafasya yang tidak hadir menemui petugas bersama Kepala Desa Sendang saat verifikasi lapangan turut dipertanyakan.

"Saat ini kita masih melakukan pemantauan perkembangannya seperti apa. Tim sudah terjun. Anaknya tidak bisa beraktivitas. BB-nya (berat badannya) juga rendah. Kemarin kita koordinasi dengan rumah sakit juga soal asupannya," tegas Anton.

Baca Juga: Pameran Serambi Nusantara MTQ Nasional XXXI di Semarang Catat Transaksi Rp500 Juta Per Hari

Sebagai langkah penanganan lanjutan, Dinsos PPKB P3A berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Sendang untuk pembaruan data administrasi kependudukan kakek dan nenek Rafasya, sekaligus mengusulkan nama mereka agar terdaftar sebagai penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
bocah penderita infeksi usus ditelantarkan infeksi usus penelantaran anak wonogiri