Anak Penderita Infeksi Usus yang Ditelantarkan Ortu Dirawat di RSUP Sardjito Jogja, DPRD Wonogiri Beri Atensi

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 14:36 WIB
Tokoh masyarakat Kecamatan Wonogiri Kota sekaligus anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Tokoh masyarakat Kecamatan Wonogiri Kota sekaligus anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM-Penanganan kondisi kesehatan Rafasya Maliq Ibrahim (10), anak asal Kecamatan Wonogiri Kota yang menderita infeksi usus, mendapatkan perhatian serius dari berbagai pihak.

DPRD bersama Pemkab Wonogiri turun tangan memberikan atensi terhadap perawatan medis bocah tersebut.

Tokoh masyarakat Kecamatan Wonogiri Kota sekaligus anggota DPRD Wonogiri Urin Tri Hartono menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi Rafasya yang kini harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit rujukan.

Baca Juga: Derita Infeksi Usus Hingga Tak Bisa Beraktivitas, Bocah 10 Tahun di Wonogiri Diduga Ditelantarkan Orang Tua

"Tadi telepon dengan mbahnya (kakek-nenek Rafasya). Sekarang di (RSUP) Sardjito Jogjakarta. Dari RS Muhammadiyah Selogiri kemarin dirujuk ke sana. Infonya ada cairan yang keluar dari lukanya," kata pria yang akrab disapa Rimo tersebut, Selasa (15/9/2026).

Rimo menilai, pemkab pada dasarnya telah bergerak cepat merespons kondisi kesehatan Rafasya.

Hal itu ditandai dengan diterjunkannya tim dari Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri bersama Tim Mawas RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri pada pekan lalu untuk menjemput korban.

"Pak Bupati juga sudah memberikan perhatian, mengutus Dinsos PPKB P3A ke lokasi. Ada Pak Kades Sendang juga yang menjembatani. Saat di RSUD Wonogiri sebenarnya juga akan diback up oleh pemerintah daerah," terang Rimo.

Baca Juga: Tak Hanya Produksi, Pangan Beredar di Solo Bakal Diawasi Ketat

Namun demikian, penanganan medis di RSUD Wonogiri sempat terkendala sikap ibu tiri Rafasya yang enggan menggunakan fasilitasi pemerintah daerah dan memilih membawa anak tersebut ke RS Muhammadiyah Selogiri sebelum akhirnya dirujuk ke RSUP dr. Sardjito.

Rimo juga menyoroti adanya laporan bahwa Rafasya sempat tidak diantarkan menjalani pemeriksaan medis berkala dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir.

"Informasinya tiga bulan terakhir tidak dikontrol ke sana (rumah sakit). Alasannya tidak diantar karena tidak ada keluhan. Kita lihat kondisi seperti itu, luka terbuka seperti itu menurut saya seharusnya rutin sesuai jadwalnya kontrol," tegasnya.

Ia memastikan pihak legislatif dan daerah akan mengawal proses penyembuhan sang bocah hingga dapat beraktivitas seperti sediakala.

"Upayanya kita beri jalur untuk berobat. Pemerintah daerah juga sudah jemput ke rumah. Meski penanganan di RSUP Sardjito, kami tidak akan tinggal diam jika perlu ada yang dilakukan di daerah," tambah Rimo.

Sementara itu, Kepala Dinsos PPKB P3A Wonogiri Anton Tiyas Harjanto menuturkan, pihaknya terus mengawasi perkembangan kondisi medis Rafasya serta membangun komunikasi dengan pihak-pihak yang siap mengulurkan bantuan.

Baca Juga: Elegan vs Gagah! Toyota Veloz Hybrid atau Suzuki XL7 Hybrid, Mana MPV Keluarga yang Lebih Menarik?

"Ini wujud langkah yang kami ambil, perkara nanti ditolak atau tidak itu lain hal. Kita upayakan dulu," ujar Anton Tiyas Harjanto.

Diketahui, Rafasya mengalami penyakit infeksi usus dan sempat menjalani tindakan operasi pembuatan saluran pembuangan di bagian samping tubuhnya di RSUP dr. Sardjito Yogyakarta.

Rafasya selama ini dirawat oleh kakek dan nenek dari pihak almarhumah ibu kandungnya di rumah kontrakan Desa Sendang, Kecamatan Wonogiri Kota.

Untuk membiayai pengobatan sang cucu, kakek dan neneknya bahkan telah menjual rumah tinggal mereka di Kelurahan Giriwono.

Sedangkan sang ayah bermukim bersama istri barunya di Kelurahan Wonoboyo. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
Rafasya Maliq Ibrahim anak penderita infeksi usus dprd wonogiri rsup dr sardjito Urin Tri Hartono