Lestarikan Warisan Budaya Takbenda, 31 Tim Pelajar Ramaikan Lomba Tari Kethek Ogleng Wonogiri

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:22 WIB
Lomba Tari Kethek Ogleng tingkat pelajar yang dipusatkan di GOR Giri Mandala Wonogiri, Rabu hingga Kamis (16–17/9/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Lomba Tari Kethek Ogleng tingkat pelajar yang dipusatkan di GOR Giri Mandala Wonogiri, Rabu hingga Kamis (16–17/9/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Wonogiri menggelar Lomba Tari Kethek Ogleng tingkat pelajar yang dipusatkan di GOR Giri Mandala Wonogiri, Rabu hingga Kamis (16–17/9/2026).

Kepala Disdikbud Wonogiri Sriyanto menjelaskan, sebanyak 31 tim dari berbagai sekolah tampil meramaikan perlombaan tersebut.

Rinciannya, pada hari pertama diisi oleh 16 tim perwakilan tingkat SD, disusul 15 tim dari tingkat SMP pada hari kedua.

Baca Juga: Hasil dan Jadwal Pekan Kedua Liga 2 Grup B: Persis Solo, Deltras, RANS, dan Persipura Dapat Lawan Berat

"Seleksi sudah dilakukan di tingkat kecamatan. Seleksinya berjenjang. Pendidikan karakter, semua merasakan," kata Sriyanto, Rabu (16/9/2026).

Sriyanto menuturkan, seni Kethek Ogleng telah lama menjadi salah satu ikon kebudayaan khas Kabupaten Wonogiri.

Terlebih, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga telah menetapkan Tari Kethek Ogleng sebagai warisan budaya takbenda asal Wonogiri.

"Maka kita harus bergerak melestarikan dan mengenalkan kepada anak-anak kita. Salah satunya dengan seperti ini," bebernya.

Menurutnya, pementasan seni Tari Kethek Ogleng turut melatih aspek tumbuh kembang peserta didik, mulai dari penguatan kerja sama tim hingga kedisiplinan menghafalkan alur gerakan tarian.

"Saya lihat enam penampil ini tadi, meski sudah ada pakemnya, ternyata juga masing-masing punya kreasi. Ini menunjukkan sisi kreatifitas juga," jelas Sriyanto.

Jaga Kelestarian dan Memori Kolektif Anak

Baca Juga: Prediksi Skor Manchester United vs Brighton Carabao Cup: Setan Merah Wajib Waspada, The Seagulls Sedang Tajam

Sriyanto berharap pergelaran ini dapat menjaga keberlanjutan tradisi lokal di tengah tantangan zaman, sekaligus memastikan kesenian daerah tidak terancam punah.

Di samping itu, partisipasi aktif dalam ajang seni tingkat daerah dinilai penting untuk membentuk kenangan positif yang membekas dalam memori tumbuh kembang para pelajar.

"Kegiatan seperti ini juga akan tersimpan di kenangan anak-anak. Oh dulu saya pernah ikut lomba Kethek Ogleng. Sampai tua itu nanti juga diingat," terangnya. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
tari kethek ogleng wonogiri warisan budaya takbenda lomba disdikbud wonogiri