Kunjungan ke Wonogiri, Ketua Komjak RI Ingatkan Anak Muda Tak Terjebak Dunia Maya

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Minggu, 20 September 2026 | 17:31 WIB
Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (18/9/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jumat (18/9/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) RI Pujiono Suwadi mengingatkan generasi muda agar tidak terjebak dalam kehidupan dunia maya.

Menurutnya, gambaran kehidupan yang ditampilkan media sosial tidak selalu sesuai dengan kenyataan.

Hal itu disampaikan Pujiono dalam Ngobrol Inspiratif Bareng Anak Muda yang digelar Gerakan Solusi Indonesia (GSI) bersama Pemkab Wonogiri, Kejaksaan Negeri Wonogiri dan Bank Jateng Cabang Wonogiri di Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri Jumat (18/9/2026).

Baca Juga: Tinggi Animo Ibadah ke Tanah Suci: Sebulan, 50 ASN Pemkab Wonogiri Ajukan Izin Umrah

“Dunia nyata itu ya kadang senang, kadang jelek, dan harus kita nikmati,” kata Pujiono.

Guru Besar Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta itu mengatakan, anak muda kini hidup dalam dua ruang, yakni dunia nyata dan dunia maya.

Dia juga menyoroti fenomena the death of expertise atau kematian keahlian.

Jumlah pengikut di media sosial, menurutnya, tidak otomatis menjadi ukuran kebenaran informasi.

"Saya itu kuliah di Hukum, sampai S1, S2, S3 dan doktor. Tetapi ketika saya ngomong soal hukum di media sosial, bisa jadi Anda lebih percaya pada orang yang lulusan teknik yang follower-nya banyak," beber Pujiono.

Baca Juga: Rangkaian HUT ke-81 TNI, Korem 074/Warastratama Ajak 2.000 Pelari Ikuti Fun Run untuk Pecahkan Rekor MURI

Sebab itu, ia meminta anak muda lebih bijak menggunakan media sosial, termasuk mempertimbangkan dampak sebelum mengunggah maupun membagikan informasi.

"Makanya kita harus juga bijak bermedia sosial. Sebelum ngetik-ngetik, sebelum ngeshare itu dipikir dulu," kata dia 

Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.

Potensi dan energi anak muda perlu diarahkan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Peran pemuda sangat sentral dan energi yang luar biasa dalam membuat perubahan. Tentunya membutuhkan arah yang jelas sehingga memiliki daya konstruktif yang memberikan manfaat pada masyarakat luas," bebernya. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
anak mudah Komjak RI bupati wonogiri setyo sukarno medsos dunia maya