RADARSOLO.COM - Bupati Wonogiri Setyo Sukarno secara khusus memberikan perhatian kepada Rafasya Maliq Ibrahim (10) seorang anak asal Kecamatan Wonogiri Kota yang menderita sakit dan harus mendapatkan perawatan di RSUP dr. Sardjito Jogjakarta.
Bupati mengaku sudah menerima laporan terkait kondisi Rafasya dari sejumlah pihak.
Termasuk Dinas Sosial dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana serta Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPKB P3A) Wonogiri.
Baca Juga: Orang Tua Anak Infeksi Usus di Wonogiri Bantah lakukan Penelantaran
Kepala Dinsos PPKB P3A Wonogiri juga melaporkan perkembangan anak itu.
"Ini perlu perhatian khusus. Pemkab Wonogiri lewat Dinsos PPKB P3A memberikan atensi kepada yang bersangkutan," ujar Setyo baru-baru ini.
Bupati menuturkan, anak itu kini dirawat di Jogjakarta. Meski demikian, Pemkab Wonogiri lewat OPD terkait akan menyiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk mendukung kesembuhan Rafasya.
Misalnya untuk membersihkan luka atau penanganan khusus yang bisa dilakukan di daerah.
"Pemkab Wonogiri bisa mem-back up. Bisa di RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri," jelasnya.
Disinggung soal indikasi penelantaran, Setyo menuturkan belum mengetahui secara persis kronologi yang menimpa Rafasya.
Namun yang jelas, dengan kondisi sakit seperti itu Bupati menilai tak boleh ada penelantaran yang terjadi.
"Yang jelas diprioritaskan terlebih dahulu kesehatannya saat ini," pungkas Setyo.
Sebelumnya diberitakan, Rafasya Maliq Ibrahim (10) asal Kecamatan Wonogiri Kota mengalami infeksi usus.
Namun, anak laki-laki yang seharusnya mendapatkan perawatan secara khusus itu malah diduga ditelantarkan. Orang tua Rafasya membantah hal tersebut.
Apa yang dialami Rafasya mencuri perhatian pihak-pihak terkait. Anggota DPRD Wonogiri hingga Pemkab Wonogiri turut memberikan atensi kepada anak tersebut. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com