RADARSOLO.COM-Sekolah Tinggi Agama Buddha Negeri (STABN) Raden Wijaya Wonogiri mencatat momentum penting dalam perkembangan kampus.
Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana ke-XVI dan Magister ke-I Tahun 2026 digelar di Gedung Adinata kompleks kampus STABN Raden Wijaya, Rabu (23/9/2026).
Sebanyak 160 wisudawan mengikuti prosesi tersebut. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Kalimantan hingga Papua.
Baca Juga: Cegah TPA Putri Cempo Terbakar Lagi, Gunungan Sampah Dibasahi Air Sungai
Ketua STABN Raden Wijaya Sulaiman mengatakan, pelaksanaan wisuda di kompleks kampus menjadi sejarah tersendiri.
Terlebih, tahun ini untuk pertama kalinya STABN Raden Wijaya meluluskan mahasiswa program magister kepenyuluhan Buddha.
"Ini penanda bahwa STABN Raden Wijaya terus bertumbuh. Kami memiliki fasilitas yang representatif. Kami memberikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung proses pembangunan gedung," ujar dia.
Dari 160 wisudawan, sebanyak 83 orang meraih predikat cumlaude dan 77 lainnya mendapat predikat sangat memuaskan.
Sulaiman menekankan, keberhasilan lulusan tidak cukup diukur dari indeks prestasi kumulatif (IPK).
"Yang penting bukan hanya IPK. Tetapi bagaimana memiliki daya saing global dengan mengikuti berbagai program yang ada," tegas dia.
Menurutnya, STABN Raden Wijaya juga meluluskan para profesional, termasuk pandita yang telah lama mengabdi.
Kampus berperan memperkuat kapasitas dan keilmuan mereka.
Sulaiman berharap STABN Raden Wijaya dapat berubah status menjadi institut pada tahun depan.
Pihaknya juga meminta dukungan Dirjen Bimas Buddha untuk membentuk Asosiasi Profesi Pandita Indonesia yang diharapkan dapat terealisasi tahun depan.
Dirjen Bimas Buddha Kementerian Agama Supriyadi mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting di tengah situasi yang cepat berubah.
Keberadaan STABN Raden Wijaya diharapkan memberikan manfaat bagi Wonogiri, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca Juga: Diduga Tercemar Limbah, Ratusan Kilogram Ikan Budi Daya di Prambanan Klaten Mati Massal
"Nanti ketika berubah menjadi institut, potensi yang ada di Wonogiri harus dipertemukan dalam program pengabdian masyarakat kampus," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Wonogiri Setyo Sukarno menyebut keberadaan STABN Raden Wijaya menjadi gambaran miniatur Indonesia.
Para mahasiswa dan wisudawan datang dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Ini juga mewujudkan rasa Bhinneka Tunggal Ika yang menyatukan kita dengan kuat," kata dia
Setyo menambahkan, STABN Raden Wijaya telah memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemkab Wonogiri juga mendukung pengembangan perguruan tinggi tersebut, salah satunya melalui hibah tanah untuk menunjang pendidikan tinggi.
"Semoga STABN bisa segera menjadi institut dan universitas ke depannya. Lulusan juga kami harapkan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat," pungkas dia. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com