RADARSOLO.COM - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda kawasan kawasan hutan Perhutani di wilayah Kecamatan Jatiroto, Wonogiri, Kamis (24/9/2026).
Estimasi luas bentang lahan yang dilalap si jago merah diperkirakan mencapai 300 hektare.
Kepala BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama menjelaskan, amukan api membakar Petak 63, 65, 66, 67, dan 68 RPH Dawungan, BKPH Purwantoro, yang secara administratif membentang di wilayah Desa Dawungan dan Desa Guno.
"Laporan kami terima sekitar pukul 11.00. Tim gabungan langsung melakukan penanganan dan pemadaman di lokasi," ujar Fuad Wahyu Pratama, Jumat (25/9/2026).
Hingga Kamis malam sekira pukul 23.00 WIB, beberapa sebaran titik api di kawasan hutan vegetasi pinus milik Perhutani tersebut dilaporkan belum sepenuhnya dapat dipadamkan.
Luasnya hamparan area terdampak serta topografi medan yang curam menjadi kendala utama dalam mengendalikan kobaran api.
Prosedur pemadaman dilaksanakan secara manual memakai alat gepyok.
Di samping itu, tim di lapangan membuat sekat bakar (firebreak) guna mengisolasi pergerakan api agar tidak merambat semakin dekat ke area permukiman warga.
Hasil penanganan bersama berhasil menjinakkan kobaran api yang sempat mendekati kawasan Dusun Paran (Desa Dawungan), serta Dusun Pagersari, Mlokolegi, Guno Lor, dan Guno Kidul (Desa Guno).
"Untuk titik-titik yang dekat dengan permukiman sudah padam. Petugas juga melakukan penyisiran dan pemantauan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala," terang Fuad.
Operasi pemadaman masif ini melibatkan sinergi personel BPBD, Perhutani, Forkopimcam Jatiroto, TNI, Polri, relawan TRC Resigiri Sidoharjo, Banser, Destana, relawan PB, serta warga setempat.
BPBD Wonogiri memobilisasi tiga unit mobil rescue bersama tim TRC Resigiri, didukung operasional mobil dinas kecamatan serta armada Polsek.
Hingga proses konsolidasi akhir, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun korban luka akibat insiden karhutla ini.
Baca Juga: Honda CR-V 2027 Naik Level, Hybrid Generasi Baru Diklaim Lebih Irit dan Ringan
Pasukan gabungan mengakhiri giat lapangan sekira pukul 23.25 WIB dengan tetap menyiagakan pos pemantauan.
"Dipantau petugas Perhutani dan juga tim dari kecamatan. Memang kemarin juga ada keluhan asapnya mengganggu warga," beber Fuad.
Pihak BPBD mengimbau masyarakat pemukiman sekitar untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan segera menyalurkan laporan darurat apabila mendeteksi munculnya titik asap atau sebaran api baru. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com