RSUD Wonogiri Gelar Seminar Tatalaksana Penanganan Kegawatdaruratan Gigitan dan Sengatan Hewan Berbisa

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 13:56 WIB

Seminar bertajuk

Seminar bertajuk 'Tatalaksana Penanganan Kegawatdaruratan Gigitan dan Sengatan Hewan Berbisa' yang digelar RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Sabtu (26/9/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri menggelar seminar bertajuk 'Tatalaksana Penanganan Kegawatdaruratan Gigitan dan Sengatan Hewan Berbisa', Sabtu (26/9/2026).

Dalam seminar itu, turut diundang perwakilan puskesmas hingga rumah sakit swasta yang ada di Wonogiri.

Adapun narasumber yang dihadirkan adalah dokter spesialis emergensi Dr. dr. Tri Maharani, M.Si., Sp. Em., Sub.Sp.Tok(K)., FICEP., FIMMA.

Baca Juga: Volume Sampah Tembus 400 Ton Per Hari, TPA Boyolali Hampir Overload

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso Wonogiri Pitut Kristiyanta Nugraha mengatakan, pelatihan bagi tenaga kesehatan (nakes) itu adalah upaya pihaknya untuk mendukung peningkatan skill nakes, utamanya dalam hal penanganan pasien yang mengalami gigitan binatang berbisa.

"Kondisi alam di Wonogiri bergunung-gunung dan banyak hutan juga. Sehingga potensi tergigit binatang seperti ular berbisa ada. Ada juga laut, di laut juga ada binatang berbisa," ujar Pitut.

Dengan adanya seminar itu, jika ada kejadian warga yang mengalami luka akibat hewan berbisa bisa ditangani secara tepat.

Mulai dari penanganan di tingkat puskesmas hingga rumah sakit.

"Dengan penanganan tepat, pasiennya bisa selamat juga," beber dia.

Baca Juga: Atasi Krisis Kekeringan di Giriwono, Bidpropam Polda Jateng Gelontorkan 25 Ribu Liter Air Bersih

Pitut tak menampik bahwa kasus pasien yang datang akibat gigitan ular beberapa kali ditemukan. Apalagi jika saat musim-musim tertentu.

"Nggak banyak tapi sering, bisa sebulan dua kali," kata dia.

Sementara itu Tri Maharani mengatakan, jika warga mengalami gigitan ular, penanganan yang dilakukan harus tepat.

Adapun hal yang bisa dilakukan jika tergigit ular adalah dengan membidai bagian yang tergigit untuk mengurangi gerakan.

Jika yang tergigit kaki, maka bisa ditandu atau digendong.

Baca Juga: Serap DBHCHT Rp 420 Juta: Disperinaker Klaten Gelar Pelatihan Otomotif, Peserta Dapat Bantuan Modal Kerja

"Anggap saja semuanya (gigitan maupun sengatan) berbisa. Langsung dibawa ke puskesmas atau rumah sakit, nanti akan dilakukan pemeriksaan oleh nakes," beber dia.

Selain ular, sengatan lebah dan tawon juga bisa berdampak serius.

Adapun penanganan pertama yang bisa dilakukan oleh masyarakat jika ada sengatan tawan dan lebah adalah memberikan kompres dingin ke area yang disengat. Lalu setelahnya dibawa ke fasilitas kesehatan.

Baca Juga: Pelaku Usaha Sukoharjo Keluhkan Sengketa Merek, DPMPTSP Dorong Penelusuran sebelum Mendaftar

"Wonogiri juga punya pantai dan laut. Ada juga hewan berbisanya. Misal terkena bisa direndam dengan air cuka 5 persen. Cuka dapur itu biasanya 25 persen, dilarutkan dengan air. Bisa tapi memang lebih terasa (perih)," kata dia. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
kgawatdaruratan hewan berbisa RSUD Wonogiri sengatan gigitan