Resah Gara-gara Teror UIar Sanca, Warga Pagutan Wonogiri Dilatih Tangani Reptil

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 15:21 WIB
BPBD Wonogiri turun tangan memberikan pelatihan serta edukasi mengenai tata cara aman menghadapi hingga mengevakuasi ular. (IWAN ADI/RADAR SOLO)
BPBD Wonogiri turun tangan memberikan pelatihan serta edukasi mengenai tata cara aman menghadapi hingga mengevakuasi ular. (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Kemunculan ular di sekitar permukiman membuat warga Kelurahan Pagutan, Kecamatan Manyaran, Wonogiri resah.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri memberikan pelatihan dan edukasi kepada warga mengenai cara aman menghadapi hingga mengevakuasi ular.

Pelatihan tersebut digelar setelah warga melaporkan ular yang kerap masuk ke kawasan permukiman.

Bahkan, ular yang diduga jenis sowo atau sanca tersebut disebut sempat memangsa ayam ternak milik warga.

Baca Juga: Laporan Kinerja DPRD Kabupaten Wonogiri Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025/2026

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, edukasi diberikan agar warga mengetahui langkah yang tepat ketika bertemu ular maupun saat terjadi gigitan.

"Diajarinya kalau bertemu ular seperti apa, kalau tergigit penanganan awal seperti apa. Kami edukasi agar warga tidak takut, agar warga tahu cara yang aman," ujar Fuad.

Dalam kegiatan ini, BPBD Wonogiri menggandeng Exalos Indonesia.

Warga diberikan pemahaman mengenai karakter ular, langkah aman saat menemukan ular, hingga cara melakukan evakuasi.

Edukasi pertama dilakukan Kamis (24/9/2026), kemudian dilanjutkan dengan kegiatan penyisiran di kebun atau alas yang diduga menjadi tempat persembunyian ular pada Minggu (27/9/2026).

Baca Juga: 5 Fakta Timnas Indonesia vs Malaysia, Head to Head hingga Perang Naturalisasi di FIFA ASEAN Cup 2026

Fuad mengatakan, warga sempat berencana membakar lahan yang diduga menjadi sarang ular.

Lokasi tersebut berupa kebun dengan rumpun bambu, semak-semak serta sejumlah lubang atau liang tanah.

Namun, rencana tersebut tidak dilakukan karena pembakaran lahan secara sembarangan berpotensi menimbulkan persoalan baru.

"Warga awalnya ingin membakar tempat yang diduga sarang ular. Di alas itu ada rumpun bambunya juga, semak-semak dan lubang atau liang tanah. Tapi kan tidak boleh sembarangan membakar lahan," ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Asusila Anak, Oknum Anggota Polres Wonogiri Bripka E Jalani Sidang Perdana Kamis Ini

Tim BPBD kemudian melakukan penyisiran di lokasi. Hingga Minggu, ular yang dicari belum ditemukan.

Menurut Fuad, tidak ditemukannya ular dalam penyisiran bukan menjadi persoalan utama. Terlebih, ular cenderung lebih sulit ditemukan saat siang hari.

"Yang terpenting adalah edukasinya sehingga warga tahu apa yang harus dilakukan," pungkas Fuad. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pelatihan evakuasi ular pagutan wonogiri Exalos Indonesia bpbd wonogiri