Pemkab Wonogiri Tetapkan Status Tanggap Darurat, Gelontor BTT untuk Kekeringan dan Karhutla

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 17:41 WIB
Ilustrasi bantuan air bersih di wilayah Wonogiri Kota baru-baru ini. (ISTIMEWA)
Ilustrasi bantuan air bersih di wilayah Wonogiri Kota baru-baru ini. (ISTIMEWA)

RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri menaikan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla.

Pemerintah daerah bersiap mengucurkan anggaran belanja tak terduga (BTT) untuk penanganan kekeringan dan karhutla di Wonogiri.

Hal itu diketahui usai rakor perubahan status kedaruratan bencana kekeringan dan karhutla yang diikuti Forkompimda Wonogiri bersama instansi terkait di Ruang Kahyangan Kompleks Setda Wonogiri, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: Update Ranking FIFA Indonesia Turun Lagi, Thailand dan Vietnam Malah Melesat Naik: Cek Posisi Terbarunya?

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, untuk menyikapi kondisi kekeringan dan karhutla, pemkab menaikan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla.

Pemkab sebelumnya menyiapkan anggaran Rp300 juta untuk 1.030 tangki air bersih untuk disalurkan kepada warga terdampak kekeringan.

Hingga 28 September 2026, sebanyak 982 tangki sudah disalurkan kepada masyarakat.

"Artinya 95,34 persen kuota air bersih yang kita sediakan dari APBD sudah terserap. Tinggal 48 tangki," ujar Setyo usai acara.

Bupati berterima kasih kepada bantuan kelompok masyarakat, instansi ataupun CSR yang sudah menggelontorkan 1.256 tangki air bersih.

Menurut Setyo, kebutuhan air bersih cukup banyak utamanya untuk kedaruratan.

Baca Juga: Debut Asian Games di Usia 18 Tahun, Ini 5 Fakta Fauzan Nibras si Opposite Kidal Timnas Voli Indonesia

Apalagi jika hujan mulai turun pada akhir Oktober atau pertengahan November tak langsung menghentikan kebutuhan air bersih.

Atas hal itu, pihak ya menaikkan status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla selama 14 hari mulai 30 September 2026 hingga 13 Oktober 2026.

Jika dirasa dilerlukan, status tanggap darurat bisa diperpanjang.

"Dengan ini kita bisa menggunakan BTT. Disiapkan sekitar Rp 337 juta," beber dia.

Baca Juga: Polres Karanganyar Sikat Lima Motor Knalpot Brong di Jalan Lawu

Itu bisa digunakan untuk bantuan air bersih dan lainnya seperti penanganan dampak karhutla terhadap pipa air bersih yang terbakar. Ada juga toren air yang akan dipasang.

"Juga untuk perlengkapan pemadam kebakaran hutan atau lahan," pungkas Setyo. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
pemkab wonogiri belanja tak terduga BTT kekeringan karhutla