RADARSOLO.COM - Paguyuban Ibu dan Istri Anggota DPRD (PIIAD) Wonogiri ikut mendorong pelestarian batik di kalangan perempuan.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pelatihan membatik dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional di Gedung SKB Wonogiri, Sabtu (3/10/2026).
Ketua PIIAD Wonogiri Sugiyarti Sriyono mengatakan, kegiatan tersebut mengangkat tema 'Melestarikan Budaya, Menguatkan Peran Ibu'.
Baca Juga: Melihat Geliat Warung KWT Rojolele Delanggu Klaten: Buka 3 Jam, Perputaran Uang Tembus Jutaan Rupiah
Membatik dinilai bukan sekadar aktivitas membuat kain, tetapi bagian dari upaya menjaga identitas dan jati diri bangsa.
"Batik bukan sekadar kain, melainkan identitas, falsafah, dan jati diri bangsa," ujar Sugiyarti.
Menurut dia, kegiatan membatik diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas seremonial.
Dari kegiatan tersebut, para perempuan diharapkan ikut mengambil bagian dalam gerakan pelestarian budaya.
Sugiyarti berharap kegiatan itu dapat melahirkan teladan dalam menjaga budaya sekaligus memperkuat peran perempuan di tengah keluarga dan masyarakat.
"Kiranya dari canting yang kita pegang ini lahir sebuah pergerakan. Bergerak menjadi teladan pelestarian budaya dan bergerak ambil bagian menguatkan peran ibu," kata dia.
Baca Juga: Tahir Solo Museum Komitmen Promosikan Karya Seni Lokal
Sugiyarti menambahkan, aktivitas membatik juga memiliki nilai-nilai kehidupan yang bisa diterapkan dalam keseharian.
Proses membatik membutuhkan ketekunan sehingga mengajarkan kesabaran dan ketelitian.
“Melalui kegiatan membatik ini kita mengukuhkan tiga nilai luhur. Pertama kesabaran, kedua ketelitian dan ketiga kebanggaan," beber dia.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi PIIAD Wonogiri untuk mengajak perempuan turut menjaga keberlangsungan batik sebagai warisan budaya.
Batik diharapkan tidak hanya dikenakan, tetapi juga dipahami nilai dan proses pelestariannya oleh generasi berikutnya. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com