Hujan Belum Merata, Kekeringan Wonogiri Meluas ke 16 Kecamatan

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 16:54 WIB
Dropping air bersih kepada warga Wonogiri yang terdampak kekeringan. (DOK.BPBD WONOGIRI)
Dropping air bersih kepada warga Wonogiri yang terdampak kekeringan. (DOK.BPBD WONOGIRI)

RADARSOLO.COM-Kekeringan di Kabupaten Wonogiri belum menunjukkan tanda-tanda berakhir.

Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, dampaknya terhadap ketersediaan sumber air belum terasa signifikan.

Kondisi tersebut membuat penanganan kekurangan air baku masih terus dilakukan.

Baca Juga: RSUD Sukoharjo Dapat Hibah Alkes CT Scan Canggih dari Kemenkes

Bahkan, wilayah terdampak kekeringan kini meluas hingga 16 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Fuad Wahyu Pratama mengatakan, perluasan wilayah terdampak tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah menetapkan status tanggap darurat kekeringan.

"Dampak kekeringan yang menyebabkan kekurangan air baku saat ini telah meluas hingga 16 kecamatan," ujar Fuad, Selasa (6/10/2026).

Wilayah terdampak meliputi:

Status tanggap darurat diberlakukan selama 14 hari, terhitung sejak 30 September hingga 13 Oktober 2026.

Namun, status tersebut masih dapat diperpanjang apabila hasil evaluasi menunjukkan kondisi kekeringan belum membaik.

Baca Juga: PT JSN Catat 115 Ribu Kendaraan Melintas GT Ngemplak Selama Gelaran Haul Solo

"Selama 14 hari akan disesuaikan dan dievaluasi. Kemungkinan bisa diperpanjang lagi," kata dia.

Di tengah kondisi tersebut, distribusi bantuan air bersih terus dilakukan ke wilayah yang mengalami kekurangan air.

Hingga akhir September 2026, sebanyak 1.030 tangki air bersih yang bersumber dari APBD Wonogiri telah disalurkan.

Selain bantuan dari pemerintah daerah, distribusi air juga ditopang bantuan dari berbagai pihak melalui program CSR, instansi, maupun kelompok masyarakat.

Total bantuan tersebut mencapai 1.256 tangki.

Baca Juga: Pemkab Klaten Kelola DBHCHT Rp 18,27 Miliar pada 2026, Ini Rincian Penggunaannya

Menurut Fuad, bantuan dari berbagai pihak sangat membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan air bersih warga terdampak.

BPBD juga menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung penanganan kekeringan.

Dropping air bersih melalui BTT akan melihat skala prioritas, terutama untuk wilayah yang belum banyak mendapatkan bantuan CSR.

"Artinya saling melengkapi. Jadi BTT memastikan tidak kekurangan air di kondisi darurat ini. Banyak CSR, sangat membantu," jelas Fuad. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
wilayah terdampak kekeringan di wonogiri kekeringan wonogiri bpbd wonogiri hujan Bantuan air bersih