RADARSOLO.COM- Sebanyak 192 peserta mengikuti Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 5 2026 di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonogiri.
Mereka terpilih dari lebih dari 900 pendaftar untuk mengikuti pelatihan di 12 kejuruan.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan keterampilan tenaga kerja sekaligus membuka peluang peserta masuk dunia kerja maupun mengembangkan usaha mandiri.
Baca Juga: 2.500 Jukir di Solo Bakal Ditata, Ada Aturan Usia
Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah.
Terlebih, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Wonogiri saat ini berada di angka 2,16 persen.
Angka tersebut tercatat sebagai yang terendah di Jawa Tengah.
Menurut Setyo, capaian tersebut perlu diikuti dengan penguatan kompetensi agar masyarakat memiliki daya saing di dunia kerja.
"Pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas SDM. Karena itu, keterampilan tenaga kerja perlu terus diperkuat," ujar Setyo saat membuka pelatihan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Wonogiri, Senin (5/10/2026).
Dia menilai BLK memiliki peran strategis dalam menyiapkan tenaga kerja terampil.
Pelatihan tidak hanya diarahkan bagi peserta yang ingin bekerja, tetapi juga mereka yang ingin membangun usaha sendiri.
PVN Batch 5 2026 terselenggara melalui dukungan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Surakarta.
Pelatihan berlangsung mulai 30 September hingga 4 November 2026.
Sebanyak 12 paket pelatihan disiapkan dengan kejuruan yang disesuaikan dengan kebutuhan keterampilan, mulai dari pengoperasian AI untuk konten digital dan bisnis, digital office administration, pembuatan konten visual media sosial, hingga hydroponic automation system.
Baca Juga: Bea Cukai Solo Musnahkan 12,8 Juta Rokok Ilegal
Peserta juga mendapat pelatihan operator jahit, welder, penyiapan produk kue, rias pengantin muslim modifikasi, serta pemeliharaan sepeda motor injeksi.
Setyo berpesan agar peserta tidak sekadar mengikuti pelatihan hingga selesai.
Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan benar-benar diterapkan setelah pelatihan.
"Jadikan kesempatan ini sebagai batu loncatan untuk meraih kesuksesan dan menata masa depan yang lebih baik," kata dia.
Peserta juga diminta membangun etos kerja yang ulet, jujur, dan bertanggung jawab serta disiplin menyerap ilmu dari para instruktur. (al)
Editor : Tri Wahyu CahyonoSumber : Radarsolo.jawapos.com