RADARSOLO.COM - Pengungkapan dugaan penimbunan dan penyalahgunaan BBM subsidi jenis Pertalite di Wonogiri disebut berawal dari keresahan masyarakat. Polisi menindaklanjuti keluhan warga terkait kelangkaan Pertalite di sejumlah SPBU.
Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim mengatakan pengungkapan kasus tersebut bukan sekadar penegakan hukum.
Menurut dia, langkah itu merupakan bentuk kehadiran polisi di tengah masyarakat dengan mendengarkan dan merespons informasi yang disampaikan warga.
"Hal ini implementasi polisi bersama masyarakat. Polisi tak hanya hadir ketika terjadi suatu tindak pidana. Tapi juga hadir mendengarkan keluhan, menerima informasi dan merespons keresahan masyarakat," kata Haris.
Dari penyelidikan yang dilakukan Satreskrim Polres Wonogiri, polisi mengamankan S, 44, warga Kecamatan Bulukerto yang diduga terlibat dalam penimbunan dan penyalahgunaan Pertalite bersubsidi. Barang bukti yang diamankan bahkan lebih dari 2.600 liter Pertalite.
Haris mengatakan komunikasi dua arah antara polisi dan masyarakat penting dalam pengungkapan kasus. Informasi dari warga, lanjut dia, menjadi salah satu bahan bagi kepolisian untuk melakukan penyelidikan.
"Polres Wonogiri ingin membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat. Masyarakat menyampaikan informasi dan keresahan, maka akan ada respons," ujarnya.
Dia juga mengapresiasi warga yang berani menyampaikan informasi hingga kasus tersebut dapat diungkap. Haris menegaskan penyaluran BBM bersubsidi harus tepat sasaran.
"Kami berkomitmen untuk hadir di tengah masyarakat, memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya. (al)
Editor : Nur PramuditoSumber : Radar Solo