Dampak Kekeringan Melanda 16 Kecamatan, Wonogiri Perpanjang Tanggap Darurat

Iwan Adi Luhung • Dipublikasikan Kamis, 15 Oktober 2026 | 16:36 WIB
Kondisi di sekitar pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (14/10/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)
Kondisi di sekitar pintu air Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri, Kamis (14/10/2026). (IWAN ADI/RADAR SOLO)

RADARSOLO.COM - Pemkab Wonogiri memperpanjang status tanggap darurat bencana kekeringan selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Oktober 2026.

Keputusan itu diambil karena dampak kekurangan air bersih masih dirasakan warga di 16 kecamatan.

Bupati Wonogiri Setyo Sukarno mengatakan, perpanjangan status tanggap darurat dilakukan agar penanganan kekeringan, terutama distribusi air bersih kepada masyarakat terdampak, tetap berjalan.

"Pertama kan dulu status tanggap darurat mulai 30 September sampai 13 Oktober. Ini kami perpanjang karena situasinya masih seperti ini," ujar Setyo.

Baca Juga: KPK lakukan Pemeriksaan di Mapolresta Klaten, Akses Menuju ke Aula Dijaga Ketat: Tampak Mobil Dinas Pj Sekda

Dia memastikan Pemkab Wonogiri terus menyuplai air bersih ke wilayah yang mengalami kekurangan pasokan.

Pemkab juga membuka kesempatan bagi pihak lain, termasuk donatur, yang ingin membantu penanganan kekeringan di Wonogiri.

"Kami tidak menutup pintu untuk pihak-pihak lain, donatur untuk masuk ke Wonogiri," kata dia.

Sebanyak 16 kecamatan yang terdampak kekeringan meliputi:

"Sudah kami petakan, ada 16 kecamatan itu yang rawan. Akan kami suplai terus air bersihnya," jelasnya.

Baca Juga: Bupati di Solo Raya yang Dikabarkan Kena OTT KPK Diperiksa di Mapolresta Setempat

Selain mengandalkan distribusi air bersih untuk penanganan jangka pendek, Pemkab Wonogiri juga menyiapkan solusi jangka panjang agar persoalan kekurangan air saat musim kemarau tidak terus berulang.

Salah satunya melalui Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dari Waduk Pidekso yang direncanakan melayani lima kecamatan, yakni Paranggupito, Giritontro, Eromoko, Baturetno, dan Giriwoyo. 

Sementara itu, pemanfaatan air dari Waduk Gajah Mungkur juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan wilayah Wonogiri bagian utara.

Setyo menambahkan, Pemkab Wonogiri akan terus memantau kondisi di lapangan dan mengevaluasi status tanggap darurat sesuai kebutuhan.

Perpanjangan masih dimungkinkan apabila kondisi kekeringan belum tertangani.

Baca Juga: Profil dan Biodata Hamenang Wajar Ismoyo Bupati Klaten Periode 2025-2030, Ini Perjalanan Karier Politiknya

"Kalau masih perlu diperpanjang, pokoknya jangan sampai ada masyarakat Wonogiri kekeringan tidak tertangani bantuan," tegas Bupati.

Di sisi lain, dampak kekeringan juga terlihat di Waduk Gajah Mungkur (WGM) Wonogiri. Air di sekitar pintu air juga nampak mengering.

Kepala DJA WS Bengawan Solo Hermawan Cahyo Nugroho mengatakan, elevasi muka air Bendungan Wonogiri saat ini berada di angka 128,29 meter.

Meski sedikit di bawah pola operasi, kondisi tersebut masih dalam batas wajar.

"Kalau didasarkan dengan pola yang ada saat ini, Bendungan Wonogiri (WGM) sekitar 40 sentimeter di bawah pola. Kondisi tahun ini memang lebih kering dari tahun kemarin karena adanya fenomena El Nino," ujar dia.

Baca Juga: Hutan Lawu Terbakar, Api Berkobar di Utara Gondosuli Karanganyar

Hermawan menjelaskan, pengoperasian bendungan tetap mengikuti pola yang telah ditetapkan. Pengelola berupaya mengatur ketersediaan air secara efektif agar pasokan tetap mencukupi hingga akhir musim kemarau.

Dalam operasionalnya, air yang dialirkan ke hilir saat ini dilewatkan melalui turbin Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).

Namun, ketika elevasi muka air mencapai 128,00 meter, alokasi air ke hilir akan dialirkan melalui Hollow Jet Valve (HJV) karena turbin PLTA sudah tidak beroperasi.

Menurut Hermawan, pengaturan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketersediaan air di tengah kondisi kemarau yang lebih kering tahun ini.

"Pengelola bendungan terus memantau elevasi muka air dan menyesuaikan operasional dengan pola yang berlaku. Upaya tersebut dilakukan agar kebutuhan air di wilayah hilir tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir" pungkasnya. (al)

Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com
16 kecamatan kekeringan pemkab wonogiri Air Bersih Kekeringan di Wonogiri tanggap darurat