Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Lumpuh Total! Jalur Selo-Gladagsari Boyolali Tertimbun Longsor Setebal Dua Meter

Abdul Khofid Firmanda Putra
Jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Selo dan Gladagsari, Boyolali tertutup material longsor, Minggu (18/1/2026) petang.
Jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Selo dan Gladagsari, Boyolali tertutup material longsor, Minggu (18/1/2026) petang.

RADARSOLO.COM–Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Boyolali selama tiga hari berturut-turut memicu bencana tanah longsor.


Advertisement

Tepatnya di jalur utama yang menghubungkan Kecamatan Selo dan Gladagsari, Minggu (18/1/2026) petang.

Akibatnya, akses transportasi warga dan wisatawan sempat lumpuh total akibat tertimbun material tanah dan bebatuan besar.

Kronologi dan Dampak Longsor

Advertisement

Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali Suratno menjelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 17.00 di wilayah Dukuh Tarubatang, RT 06 RW 03, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo.

"Kecamatan Selo diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dengan durasi lebih dari tiga jam selama beberapa hari terakhir. Hal ini menyebabkan kontur tanah di area tebing melemah hingga terjadi longsoran yang menutup badan jalan," papar Suratno, Senin (19/1/2026).

Berdasarkan kajian Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, material longsoran memiliki dimensi yang cukup besar, yakni panjang sekitar 10 meter, lebar 5 meter, dengan ketebalan material mencapai dua meter.

Advertisement

Akibat penutupan jalan ini, pengguna jalan terpaksa memutar cukup jauh melalui jalur alternatif.

Evakuasi Menggunakan Alat Berat

Mengingat vitalnya jalur tersebut, BPBD Boyolali segera melakukan mobilisasi satu unit ekskavator untuk membersihkan material longsoran.

Proses evakuasi berlangsung hingga malam hari dengan melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, serta bantuan unit truk tangki air milik PMI untuk menyemprot sisa lumpur yang licin.

"Tadi malam pembersihan material telah selesai dikerjakan. Sisa-sisa lumpur sudah disemprot agar tidak membahayakan pengendara, dan saat ini akses jalan sudah kembali normal," tambah Suratno.

Imbauan Kewaspadaan Cuaca Ekstrem

BPBD mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintas di kawasan lereng Gunung Merapi dan Merbabu, untuk ekstra waspada.

Cuaca di wilayah Boyolali diprediksi masih berpotensi hujan lebat pada siang hingga malam hari yang rawan memicu pergerakan tanah susulan di titik-titik tebing curam. (fid)

Advertisement

Artikel Terkait

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polsek Ampel Gelar Patroli dan Edukasi Warga di Gladagsari Boyolali

Cegah Karhutla di Musim Kemarau, Polsek Ampel Gelar Patroli dan Edukasi Warga di Gladagsari Boyolali

Pencegahan Karhutla bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Tim Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan SV UNS Dampingi Akselerasi Kelembagaan BUMDes Bangkit Bersama Pandeyan

Tim Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan SV UNS Dampingi Akselerasi Kelembagaan BUMDes Bangkit Bersama Pandeyan

Tim Pengabdian Masyarakat dari Grup Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan bersama pengurus BUMDes berhasil menyusun dokumen lengkap syarat pengajuan badan hukum BUMDes

Gunakan Batu, dan Seret beberapa Meter, Anak Kandung Diduga ODGJ Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas di Boyolali

Gunakan Batu, dan Seret beberapa Meter, Anak Kandung Diduga ODGJ Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas di Boyolali

Tragedi di Boyolali, Subar (76) tewas diduga dianiaya anak kandungnya yang mengalami gangguan jiwa. Korban sempat berteriak minta tolong sebelum dipukul menggunakan batu dan diseret ke belakang rumah. Polisi mengamankan

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer