Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Waspada Penyebaran Virus Nipah! Warga Boyolali Diminta Masak Daging hingga Matang

Abdul Khofid Firmanda Putra
Ilustrasi virus Nipah mulai menyebar di India.
Ilustrasi virus Nipah mulai menyebar di India.

RADARSOLO.COM-Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali bergerak cepat merespons surat edaran (SE) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewaspadaan terhadap ancaman Virus Nipah.


Advertisement

Meskipun hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus di wilayah Kabupaten Boyolali, langkah antisipasi mulai diperketat di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

Virus Nipah menjadi perhatian serius karena sifatnya zoonosis (menular dari hewan ke manusia) dan memiliki risiko fatalitas yang tinggi.

Gejala Mirip Flu, Berisiko Kematian

Advertisement

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Boyolali Teguh Tri Kuncoro mengungkapkan bahwa virus ini sangat berbahaya karena dapat memicu komplikasi berat pada manusia.

“Virus Nipah dapat menyebabkan penyakit berat, salah satunya adalah peradangan otak (ensefalitis) yang fatal dan berujung kematian," ujar Teguh, kepada radarsolo.jawapos.com, Senin (2/2/2026).

"Ciri-ciri awalnya menyerupai flu. Seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, muntah, hingga nyeri tenggorokan,” imbuhnya.

Advertisement

Waspadai Penularan dari Hewan dan Daging

Teguh menjelaskan, penularan Virus Nipah umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, terutama kelelawar pemakan buah dan babi.

Selain itu, konsumsi daging dari hewan yang terinfeksi—terutama jika proses memasaknya tidak matang sempurna—menjadi jalur penularan yang sangat berisiko.

“Sejauh ini tren penyakit demam di Boyolali sepanjang Januari kemarin masih terpantau stabil dan belum ada temuan kasus yang mengarah ke Nipah. Namun, kewaspadaan harus ditingkatkan,” tambahnya.

Langkah Antisipasi Dinkes Boyolali

Sebagai bentuk respons dini, Dinkes Boyolali menempuh beberapa langkah strategis:

  • Penerbitan Surat Kewaspadaan: Instruksi resmi dikirimkan ke seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Boyolali untuk mendeteksi dini kasus dengan gejala serupa.
  • Edukasi Publik: Masif melakukan sosialisasi melalui media sosial mengenai pola hidup bersih dan sehat.
  • Pengawasan Ketat: Melakukan koordinasi lintas sektoral untuk memantau hewan ternak yang berisiko.

Imbauan bagi Masyarakat

Dinkes mengimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap selektif dalam mengonsumsi daging.

Pastikan daging dimasak dengan tingkat kematangan yang baik. Hindari kontak langsung dengan hewan liar, terutama kelelawar.

“Jika mengalami gejala demam tinggi yang disertai nyeri kepala hebat, segera hubungi fasyankes terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat secara dini,” pungkas Teguh. (fid)

Advertisement

Artikel Terkait

Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Pakai Masker: Setelah Itu Apa?

Anak Krakatau Erupsi, Warga Diminta Pakai Masker: Setelah Itu Apa?

Presiden Prabowo imbau warga tenang hadapi erupsi Anak Krakatau. Namun, publik menuntut mitigasi konkret dan kesiapan negara, tak sekadar imbauan pakai masker dan imbauan waspada.

Kenali Gejala dan Bahaya Influenza A, Kadinkes Boyolali Minta Masyarakat Tetap Waspada dan Terapkan PHBS

Kenali Gejala dan Bahaya Influenza A, Kadinkes Boyolali Minta Masyarakat Tetap Waspada dan Terapkan PHBS

Jenis penyakit ini dinilai memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi dibandingkan serangan flu biasa lantaran sifat mikroorganismenya yang sangat mudah bermutasi.

Sikapi SE Kemenkes Soal Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Boyolali Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Sikapi SE Kemenkes Soal Erupsi Gunung Anak Krakatau, Dinkes Boyolali Siagakan Puskesmas dan Rumah Sakit

Paparan abu vulkanik berisiko menimbulkan gangguan saluran pernapasan, iritasi mata, masalah kulit, kontaminasi bahan air dan pangan, hingga potensi kecelakaan lalu lintas akibat jarak pandang terbatas dan jalan licin

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer