Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mahasiswi Asal Boyolali Rasakan Manfaat Program JKN, Adhisty: Gratis dan Pelayanan Cepat

Angga Purenda
Penulis: Angga Purenda❯

 


Advertisement

Adhisty menunjukan aplikasi Mobile JKN yang mempermudah akses kesehatan.
Adhisty menunjukan aplikasi Mobile JKN yang mempermudah akses kesehatan.

RADARSOLO.COM-Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus membuktikan perannya sebagai tulang punggung layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.

Tentunya dengan prinsip dalam hal kemudahan, kecepatan dan kesetaraan akses.

Advertisement

JKN tidak hanya memberikan perlindungan finansial. Tetapi juga menjamin kualitas pelayanan yang optimal bagi para pesertanya.

​Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Adhisty Vitadiah Azzahra, 21, seorang mahasiswi asal Pelem, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali.

Adhisty sempat jatuh sakit akibat Infeksi Saluran Kemih (ISK) yang mengharuskannya menjalani perawatan medis intensif.

Advertisement

​Ia menceritakan bahwa awalnya mengalami demam tinggi dan rasa tidak nyaman di seluruh tubuh selama dua hari.

Sebagai langkah awal, Adhisty mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk mendapatkan pemeriksaan.

​Demi memastikan kondisi kesehatannya secara menyeluruh, pihak FKTP kemudian merujuknya ke RSU Asy Syifa Sambi.

Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam oleh dokter spesialis, dipastikan bahwa ia tidak menderita komplikasi penyakit lain selain ISK.

"Syukurlah selama dirawat di rumah sakit sekitar 2-3 hari saya cukup merasa nyaman. Makanan dan obat selalu diantarkan ke kamar oleh perawat. Kamarnya juga nyaman dan yang paling penting semuanya sudah gratis, tidak ada biaya tambahan," ungkap Adhisty, Jumat (27/2/2026)

Adhisty ​terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU).

Sebagai tanggungan orang tua, Adhisty mengaku sangat terbantu.

Status kepesertaan yang sudah lama dimiliki keluarganya menjadi penyelamat di saat darurat medis terjadi.

​Ia memuji kesigapan tenaga medis yang menangani keluhannya. Menurutnya, pemantauan rutin dari dokter dan perawat membuatnya merasa jauh lebih tenang selama masa pemulihan.

​"Penanganannya cepat. Dokter memberikan obat agar rasa sakit berkurang dan menyarankan rawat inap. Saya merasa tenang karena kondisi saya terus dipantau," jelasnya.

​Adhisty menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPJS Kesehatan dan seluruh tenaga medis yang begitu sigap menangani sakit yang dideritanya.

Di sisi lain, Ia juga memberikan pesan kuat bagi warga Kabupaten Boyolali yang belum terdaftar dalam Program JKN agar segera mendaftar.

​"Program ini bukan sekadar program biasa, tetapi penolong bagi masyarakat yang membutuhkan. Sakit itu tidak ada yang tahu kapan datangnya. Semoga program ini selalu ada dan terus berkembang," ucapnya. (ren)

Advertisement

Artikel Terkait

Tim Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan SV UNS Dampingi Akselerasi Kelembagaan BUMDes Bangkit Bersama Pandeyan

Tim Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan SV UNS Dampingi Akselerasi Kelembagaan BUMDes Bangkit Bersama Pandeyan

Tim Pengabdian Masyarakat dari Grup Riset Akuntansi dan Bisnis Terapan bersama pengurus BUMDes berhasil menyusun dokumen lengkap syarat pengajuan badan hukum BUMDes

Gunakan Batu, dan Seret beberapa Meter, Anak Kandung Diduga ODGJ Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas di Boyolali

Gunakan Batu, dan Seret beberapa Meter, Anak Kandung Diduga ODGJ Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas di Boyolali

Tragedi di Boyolali, Subar (76) tewas diduga dianiaya anak kandungnya yang mengalami gangguan jiwa. Korban sempat berteriak minta tolong sebelum dipukul menggunakan batu dan diseret ke belakang rumah. Polisi mengamankan

Detik-detik warga di Wonosamudro Boyolali Tewas di Tangan Anak Kandung yang ODGJ, Sempat Teriak Minta Tolong

Detik-detik warga di Wonosamudro Boyolali Tewas di Tangan Anak Kandung yang ODGJ, Sempat Teriak Minta Tolong

Mbah Subar (80) tewas diduga dianiaya anak kandungnya di Wonosamudro, Boyolali. Sebelum ditemukan tak bernyawa, korban sempat berteriak minta tolong. Warga mengungkap pelaku sudah lama dikenal sering mengamuk dan meresah

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer