Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Status Masih Siaga Level III, BPBD Boyolali Gelar Simulasi TTX Erupsi Merapi di Klakah dan Tlogolele

Abdul Khofid Firmanda Putra
BPBD Boyolali menggelar Table Top Exercise (TTX) Simulasi Bencana Erupsi Gunung Merapi Tahun 2026. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)
BPBD Boyolali menggelar Table Top Exercise (TTX) Simulasi Bencana Erupsi Gunung Merapi Tahun 2026. (ABDUL KHOFID/RADAR SOLO)

Advertisement

RADARSOLO.COM- Selain kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali memastikan kewaspadaan terhadap ancaman vulkanik Gunung Merapi tidak boleh kendor.

Sebagai wujud penguatan mitigasi struktural dan nonstruktural, BPBD Boyolali menyelenggarakan Table Top Exercise (TTX) Simulasi Bencana Erupsi Gunung Merapi Tahun 2026, Jumat (6/11/2026).

Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari program Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana, dengan fokus utama pada dua desa Kawasan Rawan Bencana (KRB) tinggi di lereng Gunung Merapi, yakni Desa Klakah dan Desa Tlogolele, Kecamatan Selo.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Boyolali Ari Wahyu Prabowo mengingatkan seluruh jajaran instansi, relawan, dan warga lereng Merapi untuk tetap mempertahankan naluri kesiapsiagaan di level optimal.

"Meskipun saat ini kita juga dihadapkan pada penanganan kekeringan dan karhutla, kewaspadaan terhadap Gunung Merapi tidak boleh menurun. Status Merapi sampai saat ini masih Siaga (Level III) sejak akhir 2020," tegas Ari kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (6/11/2026).

Advertisement

Simulasi meja ini menghadirkan dua pakar di bidang kebencanaan, yakni Dr. Nurnaning Aisyah dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta yang membeberkan pembaruan data aktivitas vulkanik Merapi.

Serta Slamet Haryanto dari PMI Boyolali yang memandu perumusan skenario evakuasi, alur triase darurat, hingga tahap transisi pemulihan.

Uji Rencana Kontingensi dan Kejelasan Alur Komando

Pelaksana Harian (Plh) BPBD Boyolali, Bergas C. Penanggungan, menggarisbawahi bahwa kunci keberhasilan mitigasi di lapangan saat krisis erupsi bertumpu pada presisi koordinasi lintas sektor.

"Kunci utama dari mitigasi ini adalah kejelasan alur evakuasi, kemudahan aksesibilitas transportasi, serta kepastian prinsip 'siapa berbuat apa' di antara seluruh pemangku kepentingan. Semua itu tentunya harus didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana di lapangan," ungkap Bergas.

Latihan TTX ini secara khusus dirancang guna menguji keandalan dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) yang telah disusun pemerintah daerah.

Advertisement
Editor : Tri Wahyu Cahyono
Sumber : Radarsolo.jawapos.com

Artikel Terkait

Kejar Waktu Sebelum Puncak Hujan Desember, BPBD Boyolali Kebut Normalisasi Sungai di Ngemplak dan Wonosegoro

Kejar Waktu Sebelum Puncak Hujan Desember, BPBD Boyolali Kebut Normalisasi Sungai di Ngemplak dan Wonosegoro

Saluran air yang sempit ditangani dengan ekskavator berdimensi sedang agar manuver pengerukan optimal, sedangkan bentang sungai yang lebar ditangani armada berkapasitas besar.

Antisipasi Musim Hujan, BPBD Boyolali Siagakan Alat Berat di Jalur SSB dan Kebut Normalisasi Sungai

Antisipasi Musim Hujan, BPBD Boyolali Siagakan Alat Berat di Jalur SSB dan Kebut Normalisasi Sungai

BPBD memusatkan pengawasan pada titik-titik krusial di jalur transportasi vital, khususnya koridor wisata Solo–Selo–Borobudur (SSB).

 BMKG Prediksi Boyolali Diguyur Hujan Lebat Akhir November, BPBD Waspada Longsor dan Banjir

BMKG Prediksi Boyolali Diguyur Hujan Lebat Akhir November, BPBD Waspada Longsor dan Banjir

Merujuk prediksi BMKG, mundurnya musim hujan berpotensi menjadian hujan langsung turun dengan intensitas tinggi.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer