Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Nasib Warga yang Rumahnya Diterjang Tol Solo-Jogja

Perdana Bayu Saputra • Jumat, 12 Maret 2021 | 18:31 WIB
GOTONG ROYONG: Warga Desa Jembungan, Banyudono membangun rumah di atas lahan persawahan, Jumat (12/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)
GOTONG ROYONG: Warga Desa Jembungan, Banyudono membangun rumah di atas lahan persawahan, Jumat (12/3). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)






Ramai-ramai Beli Sawah, Dirikan Permukiman Baru













  • BOYOLALI - Proyek Tol Solo-Jogja menerjang sejumlah permukiman warga di Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Ogah keluar desa, belasan kepala keluarga (KK) bikin permukiman baru. Di atas lahan persawahan yang masih satu desa.






DESA Jembungan, Banyudono termasuk wilayah terdampak proyek Tol Solo-Jogja. Di sana, terdapat 60 bidang tanah yang yang terkena proyek strategis nasional (PSN) tersebut. Dari jumlah tersebut, belasan di antaranya berupa rumah warga. Sisanya lahan pertanian dan pekarangan kosong.





 


Lalu, bagaimana nasib belasan KK yang tergusur proyek tol? Ternyata, mayoritas ogah pindah ke daerah lain. Terlanjur betah dan guyub rukun dengan warga sekitar.

Tapi masalahnya, belasan KK ini kesulitan mencari lahan pekarangan baru. Maklum, harga tanah di sana terkerek setelah ada proyek tol. Tak kurang akal, mereka patungan membeli empat petak sawah. Dibangun permukiman baru yang cukup berdekatan dengan rumagh-rumah warga.

Keempat petak sawah tersebut dikapling. Dua petak ada di sisi barat Dusun Majegan. Dan dua petak lainnya ada di sisi selatan Dusun Karangwetan.

“Daripada harus keluar desa, lebih baik beli sawah dan dibangun rumah baru. Saya membeli bersama 14 warga lainnya. Satu petak sawah harganya Rp 700 juta. Kemudian dikapling-kapling,” ujar Yadi, 28, warga Dusun Majegan.

Menghemat biaya, warga terdampak tol hanya keluar biaya material. Sedangkan pembangunan rumah melibatkan seluruh warga. “Dengan cara ini, hubungan sama tetangga dan kerabat masih dekat. Tidak perlu adaptasi di lingkungan baru. Tidak perlu mengurus surat pindah juga,” bebernya.

Tak hanya Desa Jembungan. Proyek Tol Solo-Jogja juga menerjang Dusun Rejoso, Desa Sambon, Banyudono. Martono, 56, seorang di antaranya. Rumah berikut pekarangannya ikut tergusur. Sedangkan UGR yang diterimanya sekitar Rp 650 juta.

Masalah ditemui saat hendak mencari lahan pengganti. Harganya melonjak tajam. Kalaupun ada, letaknya di pinggir desa. Jauh dari permukiman warga.

“Saay akhirnya beli tanah kapling di sebelah barat Dusun Majegan. Luasnya 150 meter. Ikut jadi satu sama warga di sana yang sama-sama rumahnya digusur tol. Harganya murah. Cuma Rp 150 juta. Sudah termasuk pengurukan lahan dan bea balik nama,” katanya. (wid/fer) 


(rs/wid/per/JPR)




Editor : Perdana Bayu Saputra
#Boyolali #desa jembungan #banyudono #tol solo jogja