Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Boyolali Mulai Pelonggaran, Tinggal 2 Ruas Jalan yang Masih Ditutup

Syahaamah Fikria • Selasa, 27 Juli 2021 | 04:42 WIB
MASIH PADAT: Penjagaan di pintu masuk jalur lingkar. Dari 23 ruas jalan di Boyolali yang sebelumnya ditutup, kini tinggal dua ruas jalan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
MASIH PADAT: Penjagaan di pintu masuk jalur lingkar. Dari 23 ruas jalan di Boyolali yang sebelumnya ditutup, kini tinggal dua ruas jalan. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI - Pelonggaran mulai dilakukan di Boyolali selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4 sampai 2 Agustus mendatang. Salah satunya penyekatan jalan dalam kota Boyolali hanya berlaku di dua lokasi. Kendaraan dari luar kota tetap dialihkan ke jalur lingkar Boyolali.

Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond mengatakan, efektifitas PPKM level 4 ini terlihat dari penurunan mobilitas masyarakat yang mencapai 70 persen.

”Tren paparan Covid-19 menurun dari kasus awal PPKM mencapai 4 ribu kasus lebih. Saat ini bisa ditekan dan data hari ini (26/7) tercatat 2.050 kasus aktif. Artinya, ada penurunan cukup banyak, meski angka paparan per harinya masih fluktuatif,” terang kapolres di halaman Mapolres Boyolali, Senin (26/7).

Penurunan mobilitas masyarakat ini dianggap efektif dalam menekan angka paparan. Penurunan mobilitas disumbang dari pekerja sektor non esensial yang menerapkan work from home (WFH). Sedangkan pekerja sektor esensial dan krusial masih bekerja sesuai aturan yang ditentukan. Kapolres mengamini memang ada pelonggaran bagi pabrik berorientasi ekspor.

Khusus pabrik tersebut menerapkan sistem sif dengan 3-4 kali pergantian. Sehingga bisa menekan pergerakan pekerja. Kapolres menyebut, langkah menekan mobilitas masyarakat tetap dilakukan. Meski ada pelonggaran dalam PPKM level 4 ini, penyekatan jalan tetap dilanjutkan di dua ruas jalan menuju kota.

”Dari 23 jalan yang kami sekat sebelumnya, ada dua ruas jalan yang tetap kami tutup selama 24 jam. Yakni di simpang empat Randusasi, Teras, dan simpang empat Terminal lama, Boyolali Kota. Untuk penyekatan lainnya suah kami buka,” ungkapnya.

Penyekatan simpang empat Randusari untuk mengalihkan kepadatan kendaraan luar kota dari arah Solo, yakni diarahkan menuju jalur lingkar selatan. Kemudian kendaraan luar kota dari Semarang dialihkan ke jalur lingkar utara. Sedangkan dua exit tol yakni Mojosongo dan Ngemplak sudah dibuka operasional seperti biasa sejak Minggu (25/7) sore.

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali Masruri mengatakan, PPKM maupun program Minggu di Rumah Saja dianggap efektif menurunkan angka paparan Covid-19. Pertambahan kasus juga berangsur turun, di bawah 200 kasus tiap harinya. Termasuk angka bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit rujukan Boyolali turun di bawah 70 persen.

”Pelonggaran baru akan kami lakukan pasca 26 Juli. Kami beri pelonggaran sedikit agar perekonomian bisa jalan. Seperti boleh makan di tempat,” terangnya. (rgl/adi/ria) Editor : Syahaamah Fikria
#penyekatan #kasus covid-19 boyolali #exit tol #penutupan jalan boyolali #ppkm level 4