Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Perlengkapan Tak Sesuai Standar, Pendaki Dilarang Naik Merbabu via Selo

Damianus Bram • Senin, 7 Maret 2022 | 01:56 WIB
DIPERIKSA KETAT: Pendaki Merbabu yang baru turun dicek barang bawaannya oleh petugas pos jaga Minggu (6/3).  (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
DIPERIKSA KETAT: Pendaki Merbabu yang baru turun dicek barang bawaannya oleh petugas pos jaga Minggu (6/3). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)
BOYOLALI – Jalur pendakian Gunung Merbabu via Selo, Boyolali resmi dibuka sejak Sabtu (5/3). Aturan ketat pun diberlakukan kepada para pendaki. Selain harus memiliki aplikasi PeduliLindungi, pendaki yang tidak membawa perlengkapan standar dilarang melanjutkan pendakian.

Pantauan di Resort Selo Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), puluhan pendaki mulai melakukan briefing dan ceklis kelengkapan. Ada juga pendaki yang sudah turun. Petugas langsung mengecek ceklis barang bawaan. Bahkan menghitung satu persatu sampah untuk memastikan tidak ada yang tertinggal. Pengecekan ini berlangsung agak lama. Lantaran ada beberapa sampah yang tidak sesuai data ceklis. Pendaki diminta mencari sampah yang dibuang sampai ketemu.

Kepala Kantor Resort Selo BTNGMb, Sutopo Yuwono mengatakan, pendaki dibatasi hanya 25 persen atau 144 orang perhari. Pembukaan perdana pascapandemi ini memang disambut dengan antusias pendaki. Pada Sabtu (5/3) ada 80 pendaki yang melakukan registrasi naik dari 144 register. Sedangkan kemarin, booking online sudah full.

"Di sini kami dibantu oleh relawan Ranger Merbabu yang membantu kami dalam briefing, checklist barang bawaan dan sampah. Antusias pendaki bagus, weekday rata-rata 80 pendaki kalau weekend booking online sudah penuh," katanya saat ditemui di Kantor Resort Selo pada Minggu (6/3).

Petugas akan mengecek barang bawaan. Termasuk potensi sampah yang dibawa ke atas. Seperti bungkus mi instan, kopi, madu, putung rokok dan lainnya. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, pendaki harus membawa perlengkapan standar lengkap. Seperti sleeping bag, matras dan lainnya untuk satu orang. Jika ada pendaki yang tidak membawa perlengkapan standar tidak diizinkan mendaki.

Sedangkan logistik, Sutopo menekankan pada air minum. Pendaki wajib membawa 5 liter air per orang. Lantaran sepanjang jalur pendakian Selo ini tidak ada sumber airnya. Kemudian setelah turun petugas akan mengecek satu persatu bawaan sesuai ceklis. Ketika dihitung jumlah bawaan dan sampah tidak sesuai data. Maka rombongan pendaki akan dikenakan sanksi dan harus membeli trash bag.

"Jadi sebelum pendaki berangkat kita checklist sampahnya, lalu kami cocokkan saat turun. Kalau dihitung nggak cocok maka akan dikenakan sanksi. Para pendaki wajib membawa kembali sampah sekecil apapun," katanya.

Salah satu pendaki asal Salatiga, Sigit mengatakan, jalur pendakian Merbabu via Selo menjadi jalur favorit. Ini kali ketiga dia dan rombongan mendaki Merbabu. Kali ini ada empat rombongan yang ikut mendaki. "Di sini (jalur Selo, Red) jalur favorit karena view-nya bagus. Pendakian kali ini ada empat rombongan," ujarnya.

Terpisah, Kepala Tata Usaha BTNGMb Johan Setiawan mengatakan, pembukaan jalur Selo memang sudah ditunggu-tunggu. Sejak ditutup pada awal pandemi 2020, jalur Selo baru dibuka kemarin. Pembukaan ini langsung dibanjiri pendaftar online. Terlihat, pada bulan ini, pendakian saat weekend sudah full.

"Kalau jalur pendakian Selo termasuk jalur favorit. Karena hampir 60-70 persen perndaki di semua jalur itu lewat Selo. Itu saat kondisi normal. Sehingga prioritas pengembangan awal memang di jalur ini," jelasnya.

Padahal ada lima jalur yang bisa diakses. Yakni jalur Selo, Boyolali; Suwanting dan Wekas, Kabupaten Magelang, serta Cuntel dan Thekelan, Kabupaten Semarang. Sedangkan semua jalur sudah dibuka kecuali Cuntel, Semarang. Menilik animo jalur pendakian Selo sangat tinggi, maka pengembangan jalur terus dimatangkan.

Fasilitas yang diberikan BTNGMb untuk jalur Selo sudah komplet dan canggih. Tak hanya petunjuk jalan pendakian, jalur Selo juga dilengkapi dengan closed circuit television (CCTV) di Pos Sabana 1. Selain berguna memantau pada pendaki. CCTV juga membantu dalam memantau kondisi cuaca di atas Merbabu. Begitu ada kabut tebal, badai dan tidak memungkinkan pendakian. Petugas pos akan menginfokan ke pendaki.

"Kami juga melengkapi dengan gelang radio frequency identification (RFID). yang berfungsi memantau posisi pendaki. Hal tersebut untuk berjaga-jaga jika terjadi hal tidak diinginkan seperti ada pendaki yang tersesat. Di setiap pos pendakian, akan dilengkapi dengan teknologi yang akan membaca gelang tersebut," katanya.

Photo
Photo
TEKNOLOGI BARU: Pendaki harus memakai gelang khusus untuk memantau pergerakan pendaki. (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Johan menerangkan, gelang tersebut akan memberikan sinyal pada sistem reader yang terpasang ditiap pos. Serta memantau pergerakan rombongan pendaki. Apakah pendaki tengah menuju ke puncak atau sebaliknya.

"Misalnya pendaki A teregister dan terpantau sampai titik mana. Gelang itu akan memberi sinyal ke sistem reader kita. Kalau (pendaki) hilang, kami sudah mendeteksi titik koordinat hilang dan menyapunya dari titik hilang. Jadi lebih mudah," jelasnya.

Penggunakan gelang Sidaring FRID ini baru diterapkan di jalur pendakian Selo. Satu rombongan pendaki akan dipasang satu gelang. Kecanggihan teknologi untuk memudahkan akses jalur pendakian ini memang masih berfokus di Selo. Melihat animo pendaki via Selo berkalilipat dibanding jalur lain. Untuk selanjutnya evaluasi akan dilakukan berkala. Utamanya dalam penambahan kapasitas pendakian.

Saat ini, empat jalur pendakian yang dibuka masih dibatasi maksimal 25 persen dari daya dukung jalur perharinya. Kebijakan ini akan dievaluasi secara berkala dan memungkinkan penambahan kapasitas pendaki.  Pembukaan jalur ini juga harus berdasarkan izin dari warga setempat. (rgl/bun) Editor : Damianus Bram
#Jalur Pendakian Gunung Merbabu via Selo #Perlengkapan Mendaki Gunung #gunung merbabu #BTNGMb #Perlengkapan Standar Naik Gunung Merbabu