Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin mengaku sudah mengecek jalur-jalur arteri. Mulai dari perbatasan Kecamatan Ampel dengan Kabupaten Semarang. Kemudian jalur Karanggede, Boyolali hingga Suruh, Kabupaten Semarang. Termasuk perbatasan Juwangi dengan Kabupaten Grobogan.
“Kami antisipasi. Termasuk potensi pasar tumpah yang menyebabkan kemacetan arus lalu lintas. Seperti pasar tumpah di Ampel dan Juwangi,” jelasnya, Minggu (10/4).
Antisipasi kepadatan arus juga menyasar exit tol Mojosongo dan jalur-jalur alternatif. Mengingat lokasi ini merupakan akses keluar pemudik, tujuan Klaten dan Jogjakarta.
Selain itu, polres juga mendirikan tujuh pos pengamanan (pospam). Tersebar merata di jalur mudik. Seperti rest area tol, Monumen Susu Tumpah, dan sebagainya.
“Masih kami petakan di mana saja titiknya. Tiap polsek nanti juga membuat satu pos pantau di titik-titik tertentu. Terutama di tempat-tempat keramaian, seperti pasar maupun yang sering terjadi kepadatan arus lalu lintas,” imbuh kapolres.
Rencananya pospam akan didirikan sebelum H-7 Lebaran. Sedangkan puncak arus mudik diprediksi H-3 Lebaran. “Jumlah personel (pengamanan arus mudik Lebaran) masih kami susun,” tandasnya.
Sebelumnya, Kabid Pengembangan dan Keselamatan, Dinas Perhubungan (Dishub) Boyolali Didik Riyanto mengaku persiapan menghadapi arus mudik masih sama seperti tahun sebelumnya. Koordinasi akan menggandeng jajaran TNI/Polri, dan organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya. Termasuk dengan dishub provinsi dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Kami menyiapkan jalur alternatif untuk mengurai kemacetan. Selain itu, kami juga akan menempatkan personel di pospam dan memasang spanduk imbauan keselamatan. Kami juga akan uji petik di garasi bus, terminal, dan patroli di daerah rawan kecelakaan serta kemacetan. Termasuk daerah-daerah rawan bencana,” ujarnya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram