Parno, 50, petani sayur asal Dusun Kuncen, Desa Samiran, Kecamatan Selo mengaku, kenaikan harga terjadi sejak sebulan terakhir. Sejumlah komoditas sayur merangkak naik. Mulai dari cabai, wortel, hingga kubis. Kenaikan harga di kisaran Rp 3.000 hingga puluhan ribu rupiah per kilogram (kg).
“Harganya masih tinggi. Faktor cuaca membuat sayuran gagal panen. Terutama kubis dan bawang merah. Memang ada yang bisa dipanen, tapi kualitasnya turun,” keluhnya, Minggu (3/7).
Parno mengaku, harga wortel yang sudah dicuci dari petani Rp 5.000 per kg. Sedangkan yang belum dicuci Rp 4.500 per kg. Naiknya harga, dipicu berkurangnya pasokan wortel dari luar daerah. Terutama dari kawasan Dieng, Wonosobo.
Selain itu, harga bawang merah juga naik. Per kg tembus Rp 35.000, dari harga normal Rp 15.000 per kg. Selain itu, harga tomat naik jadi Rp 10 ribu per kg.
“Harga cabai rawit stabil tinggi. Dari petani Rp 75.000 per kg. Normalnya kan Rp 40.000 per kg,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator Pasar Sayur Cepogo Amri membenarkan tingginya harga sejumlah komoditas sayuran. Kenaikan harga dipicu permintaan yang semakin banyak. Mengingat di sejumlah daerah, banyak masyarakat yang mulai menggelar hajatan. Sebaliknya, pasokan dari petani minim.
“Panen tidak maksimal dan pasokan menurun. Sehingga pasokan sayuran yang masuk tidak bisa diprediksi,” terangnya.
Amri menguraikan, kenaikan harga menyasar kubis, cabai rawit merah, cabai merah besar, cabai merah keriting, bawang merah kering, tomat, wortel, kembang kol, dan brokoli.
“Sayuran itu harganya stabil tinggi. Faktornya karena cuaca, membuat petani gagal panen. Banyak tanaman yang busuk,” terangnya. (rgl/fer/dam) Editor : Damianus Bram