Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Pilkades Serentak di Boyolali: Suhu Politik Tinggi Muncul di Dua Desa

Damianus Bram • Sabtu, 5 November 2022 | 02:16 WIB
Kepala Dispermasdes Boyolali. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
Kepala Dispermasdes Boyolali. (RAGIL LISTYO/RADAR SOLO)
RADARSOLO.ID – Sebanyak 15 desa di Boyolali akan menjalani pemilihan kepala desa (Kades) pada 7 Desember mendatang. Saat ini, proses pendaftaran kades masih berlangsung. Alat e-voting juga sudah didistribusikan ke desa-desa penyelenggara. Namun, dari 15 desa pelaksana pilkades, ada dua desa yang suhu politiknya cukup tinggi.

"Ini masih didominasi dari petahana (calon kades). Selain itu, saya juga berkomunikasi terus dengan pihak keamanan, termasuk polsek setempat. Dua desa dengan suhu politik tinggi, seperti di Desa Manggis dan Jurug, Mojosongo. Dua desa tersebut rawan terjadi konflik," terang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Boyolali Yulius Bagus Triyanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (4/11).

Untuk lokasi pendaftaran Kades tersebar di 11 kecamatan. Mulai dari Desa Tarubatang, Kecamatan Selo; Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari; Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono; Desa Tegalrejo, Kecamatan Sawit; Desa Simo, Kecamatan Simo; Desa Manyaran, Kecamatan Karanggede, dan di Desa Kedungrejo, Kecamatan Kemusu.

Sementara itu di Kecamatan Cepogo ada dua desa yang gelar pilkades, yakni di Desa Gubug, dan Kembang Kuning. Pilkades juga digelar di Desa Jurug, dan  Manggis, Kecamatan Mojosongo. Desa Kopen, dan Salakan, Kecamatan Teras juga ikut gelar pilkades. Begitu juga dengan Desa Karanggatak, dan Sendangrejo di Kecamatan Klego.

Yulius mengatakan, alat e-voting sudah disalurkan sejak 1 November lalu. Ada 15 desa yang akan melaksanakan pilkades. Saat ini proses pendaftaran bakal calon kades masih berlangsung.

"Kami sudah pembagian peralatan e-voting. Ini dibawa ke desa, baru setting alat dilakukan sebelum hari H pemilihan. Lalu alat dikarantina sampai hari H. Untuk menjaga agar tidak ada yang mengutak -atik sebelum pemilihan," bebernya.

Karantina alat e-voting juga akan dilakukan setelah hari H pemilihan. Hal tersebut untuk mengantisipasi kecurangan. Dengan mengubah data e-voting. Sehingga keamanan datanya akan benar-benar dijaga.

Sementara itu Kepala Bidang, Bina Pemerintahan Desa, Dispermasdes Boyolali Hafid Istantio menambahkan, pilkades serentak gelombang II akan digelar pada 7 Desember.

"Seluruh pelaksanaannya menggunakan sistem e-voting. Karena ketersediaan alat e-voting ini cukup untuk melaksanakan pilkades di 15 desa. Kan lebih efektif. Petugas tidak harus menghitung suara secara manual. Dan tahapan pilkades saat ini sudah masuk dalam pembentukan panitia pilkades," bebernya.

Selain itu, pelaksanaan pilkades dengan e-voting bukan pertama kalinya digelar. Sudah dilakukan beberapa kali, sehingga ketersediaan alat e-voting dipastikan mencukupi. Menurutnya, pilkades dengan menggunakan sistem e-voting cukup efektif dan efisien. Karena tidak perlu memerlukan perhitungan secara manual.

"Seluruh desa yang akan melaksanakan sudah membentuk panitia pilkades. Kemudian dilanjutkan dengan pengumuman daftar pemilih tetap (DPT). Persiapan lainnya juga pada penggunaan alat e-voting. Agar pelaksanaannya nanti bisa berjalan lancar," pungkasnya. (rgl/nik/dam) Editor : Damianus Bram
#Desa Manggis #dispermasdes boyolali #desa jurug