Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner

Terus Bertambah, Kerugian Petani Karamba Capai Rp 6 Miliar

Damianus Bram • Selasa, 3 Januari 2023 | 02:43 WIB
Photo
Photo
RADARSOLO.ID - Kematian ikan karamba di Dusun Bulu Serang, Desa Wonoharjo, Kemusu akibat fenomena upwelling terus bertambah. Kematian ikan mencapai 175 ton dengan taksiran kerugian mencapai Rp 6,1 miliar.

Kades Wonoharjo, Kemusu, Sulistiyah, mengatakan bencana kematian ikan tersebut bermula pada 31 Desember silam. Cuaca dingin melanda daerah Wonoharjo dan tidak ada sinar matahari. Sehingga oksigen di dalam air menjadi drop dan keruh. Mulai terlihat, ikan-ikan mulai naik ke atas karena kekurangan oksigen.

"Sabtu (31/12) itu dah ikan-ikan dah megap-megap, naik ke atas. Lalu malamnya pada mati. Terutama ikan nila dan ikan mas. Kalau ikan patin dan lele masih bisa bertahan. Sampai hari ini (2/1) sudah 75 persen ikan di karamba mati. Yang bertahan tinggal 25 persenan saja," terangnya pada Jawa Pos Radar Solo, Senin (2/2/2023).

Populasi ikan yang dipelihara petani karamba mencapai sekitar 233 ton. Namun, akibat upwelling tersebut, sebanyak 175 ton ikan mati. Hal tersebut membuat kerugian besar bagi 34 petani karamba. Mereka mengalami kerugian ikan mati mulai dari 0,5 ton sampai paling banyak 40 ton milik petani karamba Budi.

"Tahun ini paling parah. Tahun kemaren aman, yang wilayah Sragen tahun sebelumnya (2021) ada tapi masih tersisa. Upwelling ini memang rutin tapi ndak separah ini. Karena yang mati sampai 175 ton, atau mencapai Rp 6.125.000.000," ungkapnya.

Pihaknya telah mengajukan laporan ke Pemkab Boyolali. Karena banyaknya petani karamba yang terdampak. Dengan nilai kerugian yang fantastis. Pihaknya meminta agar pemerintah memberikan bantuan untuk meringankan kerugian para petani karamba.(rgl/dam) Editor : Damianus Bram
#Petani Ikan #waduk kedung ombo #Petani ikan karamba #Ikan Mati #Fenomena Upwelling #ikan karamba mati