Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Guru SD di Boyolali Jadi Petarung MMA Internasional, Dikontrak Klub Inggris

Tri wahyu Cahyono • Jumat, 28 April 2023 | 01:13 WIB
Yoga Prabowo, guru PJOK Wiyata Bakti di SDN 1 Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali yang menjadi atlet MMA internasional. (INSTAGRAM YOGA PRABOWO)
Yoga Prabowo, guru PJOK Wiyata Bakti di SDN 1 Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali yang menjadi atlet MMA internasional. (INSTAGRAM YOGA PRABOWO)
RADARBOYOLALI.COM-Muda, pemberani, dan berprestasi internasional. Itulah Yoga Prabowo. Pemuda 26 tahun warga Dusun Logerit, Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali ini lolos menjadi atlet mix material art (MMA) internasional.

Potensi guru pendidikan jasmani olahraga dan kesehatan (PJOK) Wiyata Bakti (WB) di SDN 1 Jurug, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali tersebut telah terdektesi Cage Warriors, klub MMA ternama Inggris yang tak ragu mengontraknya secara eksklusif.

Kini, Yoga tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi Jefferson De Filippis, atlet MMA asal Italia di Roma, Italia, 6 Mei mendatang. Bakat Yoga yang merupakan anak sulung pasangan suami istri Darsuki, 55, dan Puji Lestari, 53, sudah muncul sejak remaja.

Dengan latihan keras, Yoga lolos seleksi ketat MMA di Bali pada 17-21 Desember 2022 dan berhak mengikuti MMA Fight Academy di San Diego, Amerika Serikat. Latihan fisik dan mental digembleng langsung oleh Marc Fiore yang merupakan mantan juara Welterweight UFC. "Mas Yoga berada di San Diego, California, Amerika Serikat,” ujar Darsuki, Kamis (27/4).

Photo
Photo
Puji Lestari, ibunda Yoga menunjukkan foto buah hatinya yang segera bertarung dalam ajang MMA internasional, Kamis (27/4/2023). (RAGIL LISTIYO/RADAR SOLO)

Meskipun telah menjadi atlet internasional, Yoga masih bekerja di SDN 1 Jurug Mojosongo dan mengikuti pendidikan profesi guru (PPG) di UNS. “Kami sangat bangga dan terharu. Apa yang dicita-citakan Mas Yoga bisa terwujud. Sekalipun dalam keterbatasan orang tua, masih bisa menunjukkan prestasinya," ungkapnya.

Menurut Darsuki, Yoga menekuni olahraga beladiri, yakni kempo sejak bersekolah di SMPN 3 Mojosongo yang sekarang bernama SMPN 2 Mojosongo. Berlanjut di SMKN 2 Surakarta, Yoga menekuni gulat.

Masuk Fakultas Keolahragaan (FKOR) UNS, Yoga semakin rajin berlatih hingga lolos MMA Fight Academy dengan menyisihkan banyak petarung lainnya. Dia kemudian dikirim ke San Diego bersama 11 atlet lainnya pada 7 Februari lalu untuk mengikuti seleksi lanjutan.

"Seleksi kedua di San Diego, anak lanang (anak laki-laki) lolos. Kemudian pada 6 Mei nanti, tapi di sini tanggal 7 Mei, akan tanding di Roma, Italia. Tanggal 29 April berangkat ke Italia. Insya Allah apa yang diperhitungkan bisa tepat, saya yakin bisa menang," terang Darsuki. (rgl/wa) Editor : Tri Wahyu Cahyono
#atlet #klub inggris #mma #guru sd #petarung mma