RADARBOYOLALI.COM – Dampak kemarau panjang sangat terasa di Kabupaten Boyolali. Tercatat lebih dari 35.000 jiwa krisis air bersih. Tersebar di 27 desa di tujuh kecamatan. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, kebutuhan air bersih di Kota Susu mencapai 140 ribu liter per hari.
Krisis air bersih tersebar di Kecamatan Wonosegoro, Wonosamudro, Kemusu, Juwangi, Musuk, Tamansari, dan Selo. Tujuh kecamatan itu merupakan langganan dropping air bersih. Bahkan belakangan ini, dua kecamatan lain menyusul mengajukan bantuan. Yakni Kecamatan Cepogo dan Klego.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali Suparman menjelaskan, bantuan air bersih menyasar 27 desa di tujuh kecamatan. Kemudian dari Kecamatan Klego, baru proses mengirim surat permohonan bantuan. Sedangkan di Desa Gubug, Kecamatan Cepogo sudah menerima bantuan air bersih dari relawan.
“Di tujuh kemacatan, lebih dari 35.000 jiwa terdampak kekeringan. Terparah di Kecamatan Wonosamudro dan Tamansari,” terang Suparman, kemarin (10/9).
Suparman menambahkan, dampak terparah dirasakan warga di Kecamatan Tamansari. Total 21.043 jiwa terdampak, tersebar di 41 dusun di lima desa. Disusul Kecamatan Wonosamodro, mencapai 8.226 jiwa. Tersebar di 30 dusun di lima desa.
“Kecamatan Juwangi ada 10 dusun di tiga desa yang terdampak. Kecamatan Kemusu ada tujuh dusun di dua desa. Kemudian Kecamatan Wonosegoro, Musuk, dan Selo masing-masing satu desa,” imbuhnya.
BPBD memperkirakan, kebutuhan air bersih di seluruh wilayah terdampak kekeringan mencapai 140 ribu liter per hari. Sedangkan kemampuan BPBD untuk dropping air hanya enam tangki per hari. Karena jumlah armada yang terbatas.
Idealnya, dropping dilakukan 4-5 hari sekali ke titik terdampak. Padahal desa terdampak di Kecamatan Wonosegoro, Wonosamudro, dan Kemusu hampir setiap hari meminta bantuan. Selain itu, anggaran BPBD yang sudah tersalurkan mencapai 153 tangki. Dari total 195 tangki yang tersedia.
“Total yang sudah mengajukan bantuan air bersih mencapai 27 desa. Permintaan bantuan juga meluas ke desa-desa yang sebelumnya tidak terdampak kekeringan. Contoh Desa Sarimulyo, Kecamatan Kemusu,” papar Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Boyolali Suratno. (rgl/fer)
Editor : Damianus Bram