RADARBOYOLALI.COM-Calon presiden Ganjar Pranowo mengakui bahwa relawannya menggeber-geber sepeda motor yang akhirnya disebut-sebut sebagai pemicu penganiayaan oleh 15 oknum TNI di Kabupaten Boyolali.
Tapi Ganjar tegas membantah bahwa relawan yang geber-geber motor sudah diingatkan oleh oknum TNI.
"Nggak ada itu. Jadi itu cerita lewat saja. Dia (relawan) berhenti dipukul, gitu aja. Tanpa peringatan. Tidak ada komunikasi sebelumnya, karena saya ikuti ceritanya, katanya peringatan. Tidak ada itu," ungkap Ganjar saat menjenguk relawannya yang dirawat di Rumah Sakit (RS) Pandan Arang Boyolali, Minggu (31/12/2023).
"Jadi saya ingin luruskan agar tidak 'bengkok-bengkok'. Saya kira hanya pengadilan yang bisa putuskan dengan baik. Agar menjadi peringatan untuk kita semua," imbuh Ganjar.
Ditegaskan Ganjar, kejadian ini harus menjadi peringatan. Jika ada yang melanggar aturan, lebih baik diserahkan kepada aparat yang berwenang. Sehingga tidak terjadi aksi main hakim sendiri.
"Siapa pun tidak boleh mengatasnamakan apa pun dengan semena-semena. Kami akan urus itu, dan kami komunikasi dengan teman-teman di Jakarta juga sudah bicara dengan Pak Panglima TNI dan Pak Kasad," ungkap Ganjar.
"Saya sudah komunikasi dengan Pak Pangdam. Dan sambutannya baik tadi. Ada tim dari saya untuk bisa dikomunikasikan terus-menerus mengenai perkembangannya. Kami akan ikuti terus," tegasnya.
Di RS Pandan Arang Boyolali, Ganjar mengingatkan pendukungnya tetap tertib untuk tidak terpancing atas kejadian tersebut.
Lebih lanjut diungkapkan Ganjar, salah seorang korban merupakan yatim piatu. Sehingga keluarganya pasrah. Ganjar berpesan agar korban dirawat sebaik-baiknya.Biaya pengobatan di-cover oleh DPC PDIP Boyolali. (rgl/wa)
Editor : Tri Wahyu Cahyono