Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan Photo

Pengakuan Irwan, Warga Sragen yang Habisi Bayu Handono Pengusaha Tembaga Boyolali: Saya Sayang Dia karena Baik

Ragil Listiyo • Rabu, 8 Mei 2024 | 00:40 WIB
Irwan, warga Sragen mengaku membunuh Bayu Handono pengusaha tembaga Boyolali yang juga teman kencannya karena ingin menguasai hartanya.
Irwan, warga Sragen mengaku membunuh Bayu Handono pengusaha tembaga Boyolali yang juga teman kencannya karena ingin menguasai hartanya.

RADARSOLO.COM–Polisi berhasil mengungkap motif pembunuhan Bayu Handono, pengusaha tembaga.

Warga Kampung Kebonso, Kelurahan Pulisen, Kecamatan/Kabupaten Boyolali tewas di tangan teman kencannya yang dikenal lewat aplikasi chatting.

Tak lain adalah Irwan, warga Dusun Sambirobyong, Desa Ngargosari, Kecamatan Sumberlawang, Sragen.

Dengan menahan rasa sakit karena kaki kirinya ditembus timah panas polisi, Irwan mengaku kesal tak diberi bayaran lebih oleh Bayu Handono untuk kencan kali keempat.

Pengakuan Irwan itu disampaikan dalam jumpa pers di Mapolres Boyolali, Selasa (7/5/2024).

Bayu Handono dan Irwan mulai berkencan laki suka laki sejak Januari 2024 dan berlanjut hingga awal Mei 2024.


Di hari nahas itu, Rabu (1/5), Bayu Handono menghubungi Irwan melalui aplikasi perpesanan WhatsApp untuk menemuinya.

Irwan lalu naik ojek online dan turun di sekitar Rumah Sakit Pandan Arang Boyolali sekira pukul 18.00.

Irwan kemudian meminta Bayu Handono menjemputnya.

Tiba di rumah Bayu Handono, Irwan masuk lewat pintu belakang.

Dia lantas menuju kamar mandi. Tujuannya untuk menyembunyikan celurit yang disimpannya di belakang bak plastik tampungan air.

"Dia (Bayu Handono) kangen dengan saya. Kangen untuk melakukan hubungan intim," ujar Irwan.

Baca Juga: Wisata Deles Indah Klaten akan Kembali Dikembangkan, Anggaran Rp 5,6 Miliar Disiapkan

Rabu malam itu, Bayu Handono dan Irwan melakukan hubungan laki suka laki sebanyak dua kali.

Lalu mereka duduk di ruang tamu. Di hadapan Bayu Handono, Irwan meminta bayaran lebih.

Yang biasanya Rp 200 ribu untuk sekali kencan, kali ini menjadi Rp 500 ribu.

Permintaan Irwan ditolak Handono. Hal tersebut membuat Irwan naik pitam.

Irwan lalu mengambil sabit yang disembunyikan di kamar mandi dan menyabetkannya berkali-kali ke arah Bayu Handono.

Pengusaha tembaga yang kaya raya itupin langsung tersungkur.

Dengan sisa tenaga, Bayu Handono berusaha menyelamatkan diri dengan merangkak ke pintu belakang.

Namun Irwan mendatanginya. Pelaku melihat palu tergeletak di rak sepatu.

Palu tersebut lalu dipukulkan ke Bayu Handono sebanyak 10 kali hingga akhirnya meninggal dunia.

"Saya yang bawa celurit dari tempat kerja. Sebelum membunuh, kami berhubungan badan," ujar kuli bangunan tersebut.

Di hadapan Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi yang hadir dalam jumpa pers di Mapolres Boyolali, Irwan menyesali perbuatannya.

“Saya sayang sama dia (Bayu Handono). Mboten (tidak) pacaran sama dia. Sayang-e mergo dewe-e (sayang Bayu Handono karena) baik sama saya,” kata Irwan

“Saya bunuh karena pengen menguasai hartanya," lanjut dia dengan suara bergetar. (rgl/wa)

 

Editor : Tri Wahyu Cahyono
#Irwan #Bayu Handono #polres boyolali #pengakuan #sragen #pembunuhan #pengusaha tembaga