RADARSOLO.COM– Pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPGG) di Boyolali terus berjalan.
Saat ini telah tersedia 40 SPPG dari target sebanyak 110 unit guna mendukung program makan bergizi gratis (MBG).
Regional Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Boyolali Rifani Arliana Utami menjelaskan, pembangunan seluruh SPPG ditargetkan selesai Oktober 2025 dan beroperasi pada akhir 2025.
“Masih berproses semua. Mulai dari pelatihan makanan, (pendampingan) dari dinkes, kita juga ada tes uji lab air, itu poin-poin yang harus dilengkapi untuk pembuatan SLHS (Sertifikat Laik Higiene Sanitasi),” bebernya, Selasa (7/10/2025).
Perketat Keamanan Pangan: SPPG Wajib Kantongi SLHS, Pengecekan Bahan Baku, dan SOP Uji Kelayakan Makanan
Untuk SPPG yang akan running, Rifani menegaskan harus memiliki SLHS.
Itu guna mengantisipasi kasus keracunan dan penyediaan bahan baku makanan yang berkualitas.
“Kalau milihnya asal-asalan kan takutnya jelek. Mungkin dari kontaminasi dan segala macam itu membuat permasalahan di kemudian hari,” terang Rifani.
Selain itu, SPPI Boyolali menerapkan standard operational procedure (SOP) berupa pengecekan ulang makanan sebelum dikirim berupa organoleptik.
Nantinya, ahli gizi menyimpan sampel makan, kemudian dilakukan pencicipan oleh petugas dapur, serta menyediakan 1 makanan kepada PIC (person in charge) di sekolah untuk menguji kelayakan makanan.
“Jadi ada 1 sampel yang diuji, jadi semisal tidak layak, ya jangan dibagikan ke anak-anak,” pungkasnya. (fid)
Editor : Tri wahyu Cahyono