Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan Features Kesehatan

Sidak Komisi III DPRD Boyolali Temukan Proyek Revitalisasi Pedestrian Pandanaran di Bawah Progres dan Tak Sesuai Spesifikasi

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 28 Oktober 2025 | 02:06 WIB
Anggota Komisi III DPRD Boyolali melakukan sidak revitalisasi pedestrian dan pemeliharaan Jalan Pandanaran, Senin (26/10/2025).
Anggota Komisi III DPRD Boyolali melakukan sidak revitalisasi pedestrian dan pemeliharaan Jalan Pandanaran, Senin (26/10/2025).

RADARSOLO.COM-Komisi III DPRD Kabupaten Boyolali melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke proyek strategis daerah, yakni revitalisasi pedestrian dan pemeliharaan Jalan Pandanaran, Senin (26/10/2025).

Hasilnya, Komisi III mendapati beberapa aspek pemasangan konstruksi yang tidak sesuai dengan spesifikasi.

Kemudian pekerja yang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD), alat berat dirasa terlalu tua, serta temuan persentase pekerjaan di bawah progres.

“Komisi III melaksanakan fungsi pengawasan,” jelas Ketua Komisi III Gamma Wijaya, Senin (27/10/2025).

Sebab itu, komisi III akan mengawal dan mengawasi seluruh kegiatan proyek di Boyolali.

Di lokasi sidak, anggota komisi III sempat menghentikan pekerjaan sementara, sebab pekerja tidak menggunakan APD keselamatan.

Terkait proyek yang masih minus 8% dari target, Gamma mengatakan, pihaknya merekomendasikan untuk melakukan pekerjaan 24 jam.

“Karena sudah ditutup jalannya, karena kalau malam sudah tidak ada aktivitas warga di sana, tapi dari kontraktor bilang belum sinkronisasi dengan dinas terkait,” lanjutnya.

Gamma menambahkan, pihaknya akan mengundang DPUPR, serta kontraktor untuk membeberkan keluhan agar segera disinkronkan.

“Kami tidak menghambat, tapi fungsi kami memang di pengawasan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali Yulius Bagus Triyanto mengatakan, saat ini progres bobot realisasi pekerjaan baru sebesar 5,9%, dari yang seharusnya 14,5%.

Baca Juga: BPBD Sukoharjo Susun Review Rencana Penanggulangan Bencana

“Biar menjadi cambuk untuk rekanan, biar tahu kekurangannya di mana, kita sendiri juga melakukan pendampingan bersama kejaksaan negeri, karena ada SK Bupati, ini menjadi proyek strategis daerah,” beber Yulius.

Ditambahkannya, sebenarnya material bangunan sudah tersedia. Hanya saja, ia merekomendasikan kontraktor untuk menambah jam kerja pegawai.

Menurut Yulius, DPUPR mempunyai batas 10% maksimal minus target pekerjaan, pihaknya akan memberikan surat peringatan apabila tidak bisa memenuhi.

“Karena memang sampai dengan minggu ini, targetnya itu 14%. Laporan akhirnya 31 Oktober, nanti kita lihat apakah perlu tindak lanjut,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Cabang PT Pollung Karya Abadi Beni Febriasyah menjelaskan, pihaknya menyampaikan beberapa kendala yang dihadapi di lapangan.

Menurut Beni, progres yang masih minus disebabkan oleh banyak material yang belum terpasang.

“Material sudah ada, tapi belum bisa dihitung, karena belum terpasang,” jelas Beni.

Beni mengatakan, pemasangan material masih menunggu galian selesai. Tapi saat ini masih terkendala dengan beberapa OPD.

Sebab, galian bersinggungan dengan beberapa barang milik OPD seperti pipa PDAM, PLH, serta baliho.

“Kalau lantai kerja itu sudah ada di bawah, tapi karena hujan, jadi tertutup lumpur, untuk APD sendiri kita sudah siapkan, dan alat berat akan segera kita datangkan armada baru,” pungkasnya. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#komisi iii dprd boyolali #target #sidak #progres minus #Jalan Pandanaran #pedestrian #revitalisasi