Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

297 Guru SD-SMP di Boyolali Dimutasi, Bupati Agus Irawan Ungkap Tujuannya

Abdul Khofid Firmanda Putra • Selasa, 16 Desember 2025 | 03:32 WIB
Bupati Boyolali Agus Irawan beri pengarahan kepada para tenaga pendidik dalam penyerahan SK Mutasi di Pendapi Gede, Senin (15/12/2025).
Bupati Boyolali Agus Irawan beri pengarahan kepada para tenaga pendidik dalam penyerahan SK Mutasi di Pendapi Gede, Senin (15/12/2025).

RADARSOLO.COM-Sebanyak 297 tenaga pengajar di Kabupaten Boyolali menerima surat keputusan (SK) mutasi, Senin (15/12).

Mutasi yang mencakup guru SD, guru SMP, kepala sekolah, dan koordinator Dikdas LS Kecamatan ini merupakan langkah strategis Pemkab Boyolali untuk meningkatkan pelayanan pendidikan dan kenyamanan kerja guru.

Penyerahan SK mutasi dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan di Pendopo Gedhe Boyolali bertujuan mendekatkan domisili guru dengan lokasi tugas baru, sekaligus mengatasi penumpukan dan kekurangan guru mata pelajaran (mapel) di sekolah.

“Ini langkah, bagaimana kita memberikan kenyamanan bagi guru. Mulai kita tata, kita dekatkan, agar mereka bisa kerja dengan nyaman, bisa bekerja dengan maksimal,” beber Bupati Agus Irawan.

Penataan Guru untuk Sekolah Favorit

Bupati Agus menjelaskan bahwa mutasi ini dilakukan untuk melihat kebutuhan tenaga pengajar di setiap sekolah.

Sebelumnya, terdapat kondisi di mana beberapa sekolah mengalami kekosongan guru mapel, sementara sekolah lain justru mengalami penumpukan, dengan memiliki tiga guru untuk mapel yang sama.

Mutasi ini diharapkan dapat mengatasi ketimpangan tersebut. Guru yang menerima SK mutasi langsung pindah ke sekolah yang sudah ditentukan.

“Kita butuh inovasi, untuk bagaimana SD atau SMP, agar bisa menjadi sekolah favorit lagi,” tambah Agus.

Sebagai tindak lanjut, Pemkab Boyolali akan memantau perkembangan tenaga pengajar di SD-SMP selama enam bulan ke depan, mengingat fokus Pemkab di tahun 2026 adalah pada tiga aspek utama: Pendidikan, Infrastruktur, dan Kesehatan.

Visi Mendekatkan dan Mensejahterakan

Baca Juga: Akademi Persis Solo Blusukan Cari Talenta Muda Solo Raya

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Dwi Hari Kuncoro menegaskan bahwa mutasi ini sejalan dengan visi misi bupati.

“Seperti visi misi bupati, bahwa ingin mendekatkan, mudah terjangkau, dan mensejahterakan. Harapannya sekolah dekat, agar pengajaran kepada murid bisa maksimal,” jelas Kuncoro.

Kuncoro menambahkan, proses mutasi akan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.

Penataan ini akan terus berjalan untuk memenuhi kebutuhan ideal satuan pendidikan, terutama karena adanya guru yang memasuki masa pensiun setiap saat.

Di bidang pendidikan, Pemkab Boyolali juga merencanakan program peningkatan kualitas, salah satunya dengan menggratiskan seragam dan LKS bagi siswa baru tingkat SD-SMP.

Selain itu, bupati juga berencana membuat kelas khusus olahraga bagi atlet muda Boyolali. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#mutasi #Bupati Boyolali Agus Irawan #guru sd #smp