Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Bangunan Ambruk Diduga Akibat Getaran Rumble Strip, Dishub Boyolali Berikan Penjelasan

Abdul Khofid Firmanda Putra • Kamis, 19 Februari 2026 | 15:14 WIB
Bangunan Ambruk Diduga Akibat Getaran Rumble Strip, Dishub Boyolali Berikan Penjelasan
Bangunan Ambruk Diduga Akibat Getaran Rumble Strip, Dishub Boyolali Berikan Penjelasan

RADARSOLO.COM - Sebuah bangunan semi permanen di Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, dilaporkan ambruk, diduga karena getaran yang ditimbulkan kemdaraan saat melewati Rumble Strip (Marka Kejut) di dekat bangungan.

Akibatnya, bangunan berukuran 6 x 7 meter itu rata dengan tanah.

Kepala Bidang (Kabid) Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Dishub Boyolali, Ragil Pambudi membenarkan adanya laporan tersebut.

Saat ini laporan tersebut sudah ditanggapi. Pihaknya juga mendatangi lokasi Marka Kejut yang dilaporkan.

Saat ini, Marka Kejut sudah dikurangi jumlahnya, yang semula sebanyak 5 garis, dikurangi menjadi 3 garis.

“Dari pemilik rumahnya juga sudah oke, kalau tidak dibongkar semua. Karena Rumble Strip dipasang kan ada permintaan pembangunan zona selamat sekolah,” jelas Ragil kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (19/2).

Sebelumnya, pihaknya menerima dua kali aduan dari media sosial Dishub terkait permasalahan tersebut.

Dari hasil evaluasi, Rumble Strip dilokasi yang dilaporkan mempunyai tinggi hanya 8 mm.

Dari laporan kedua, pelapor mengaku ada sisi bangunan rumah yang roboh.

Namun, Ragil menjelaskan, setelah pihaknya meminta keterangan, pelapor belum bisa memastikan bangunan roboh akibat Marka Kejut, atau dari faktor bangunan sendiri.

“Dari keterangan pelapor, yang roboh itu emplek-emplek (bangunan tambahan) samping rumah. Tapi robohnya karena Rumble Strip, apakah bangunan kurang kuat, atau sudah rapuh, belum bisa dipastikan. Kalau bangunan rumahnya utuh,” terangnya.

Pemilik rumah melaporkan bahwa setelah adanya Rumble Strip, tanah menjadi terlalu bergetar, dan bising. Sehingga tindak lanjut saat ini dilakukan pengurangan garis Rumble Strip.

Ragil mengatakan, pemasangan Marka Kejut dilakukan pada 2025 lalu, setelah adanya permintaan dari salah satu sekolah di dekat lokasi.

Pemasangan juga baru dilakukan pada bulan Desember tahun lalu.

Dari hasil evaluasi, pemasangan Marka Kejut dilokasi berfungsi untuk memberikan peringatan bagi pengendara, bahwa terdapat kawasan sekolah.

Selain itu, jalan yang berdekatan dengan exit tol, serta banyak pengendara memacu kendaraan dengan kencang, sehingga diperlukan adanya zona selamat sekolah.

“Karena memang Rumble Strip kan fungsinya memberikan peringatan, bahwa disana rawan kecelakaan. Ada SD, SMP, ada TK juga, dan disitu jalur exit tol,” tuturnya.(fid)

Editor : Nur Pramudito
#Boyolali #mojosongo #marka