Nasional Sepak Bola Solo Karanganyar Klaten Sragen Boyolali Sukoharjo Wonogiri Entertainment Ekonomi Sport Opini Tekno&Oto Wisata&Kuliner Pendidikan

Polisi Petakan "Titik Lelah" Tol Boyolali Berada di Rentang Km 475 hingga Km 490

Abdul Khofid Firmanda Putra • Jumat, 13 Maret 2026 | 15:02 WIB

arus lalu lintas di Jalan Tol Semarang-Solo ruas Boyolali masih terpantau normal, Jumat (13/3/2026).
arus lalu lintas di Jalan Tol Semarang-Solo ruas Boyolali masih terpantau normal, Jumat (13/3/2026).

RADARSOLO.COM - Sepekan menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 2026, arus lalu lintas di Jalan Tol Semarang-Solo ruas Boyolali masih terpantau normal.

Satlantas Polres Boyolali memastikan belum ada lonjakan volume kendaraan pemudik yang melintas di wilayah tersebut hingga Jumat (13/3/2026).

Kaur Bin Ops (KBO) Satlantas Polres Boyolali Iptu Budi Purnomo menjelaskan, pihaknya telah melakukan patroli penyisiran di sepanjang jalur tol dan belum menemukan indikasi peningkatan arus.

"Untuk kenaikan gelombang pemudik saat ini belum ada. Tadi sehabis patroli dari dalam tol, kondisinya masih sangat landai dan belum kelihatan ada peningkatan volume kendaraan," terangnya kepada radarsolo.jawapos.com.

Meskipun lalu lintas masih lengang, jajaran Satlantas telah memetakan sejumlah titik rawan yang membutuhkan kewaspadaan ekstra.

Untuk potensi kepadatan arus, titik krusial berada di Kilometer (Km) 484 yang berdekatan dengan Rest Area 487.

Namun, Budi memprediksi penumpukan di titik tersebut sifatnya hanya berupa perlambatan arus akibat antrean kendaraan yang hendak masuk ke kawasan tempat istirahat.

Selain titik rawan macet, Budi secara khusus memperingatkan para pengguna jalan untuk mengenali profil "titik lelah" di ruas Tol Boyolali.

Berdasarkan identifikasi petugas, area rawan kantuk dan kelelahan ini membentang mulai dari Km 475 hingga Km 490, dengan titik paling rawan berada di Km 482.

Di rentang jalur inilah kondisi fisik pengemudi biasanya mulai menurun drastis.

Sementara itu, untuk pengguna jalur arteri reguler, titik rawan lelah terpantau berada di wilayah Kecamatan Ampel.

Baca Juga: Heboh! Catatan Waktu Veda Ega Pratama Bocor, Langsung Disebut Selevel dengan Pembalap Kandidat Juara Moto3 2026

"Kami mengimbau pengemudi untuk mengenali profil jalan dan batas ketahanan fisik masing-masing. Jika sudah merasa lelah saat memasuki titik-titik tersebut, segera menepi ke rest area," pesan Budi.

Sebagai titik temu strategis antara Tol Trans-Jawa dan Tol Solo-Jogja-YIA, ruas Tol Semarang-Solo diprediksi akan menjadi salah satu urat nadi paling sibuk pada musim mudik tahun ini.

Terlebih, jalur ini membelah wilayah Kabupaten Boyolali sepanjang kurang lebih 34 kilometer.

Guna mengantisipasi berbagai kendala, Satlantas mulai menyiagakan personel dan unit armada derek secara penuh, khususnya di kawasan Rest Area 487 B.

Patroli derek ini disiapkan untuk mengevakuasi dengan cepat kendaraan yang mengalami kendala teknis atau mogok di tengah jalan tol.

"Mitigasi utama kami adalah kesiapan alat. Kalau peralatan siap, otomatis penanganan di lapangan lebih cepat dan kendala bisa diminimalkan. Kami ingin memastikan selama Operasi Ketupat Candi, jalur tol maupun arteri tidak mengalami kemacetan panjang," tegas Budi.

Tak hanya fokus pada arus mudik, polisi juga telah menyiapkan skenario rekayasa untuk arus balik.

Titik krusial arus balik diprediksi berada di Km 492, di mana petugas berencana memberlakukan pembukaan median jalan guna mengurai kepadatan arus dari arah Jogja maupun Solo. (fid)

Editor : Tri wahyu Cahyono
#puncak arus mudik #Boyolali #mudik #Titik Lelah Pemudik #tol boyolali #volume kendaraan #rawan macet