Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sebenarnya, proses evakuasi badan truk tangki air tersebut tidak butuh waktu lama. Tidak sampai 30 menit. Namun, kemacetan sudah mengular. “Mobilitas kendaraan juga sedang tinggi-tingginya karena hendak melakukan aktifitas kerja,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Gresik Ipda Bross Tito Dharmawan.
Kondisi diperparah lantaran sistem buka tutup jalur tidak berjalan optimal. Hal itu imbas proyek Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) yang sedang menggarap pengecoran jalan. “Sebenarnya menggunakan dua jalur, namun saat evakuasi hanya bisa menggunakan satu jalur saja,” jelasnya.
Begitu evakuasi telah dilakukan, lanjut Tito, kondisi lalu lintas bisa berangsur normal. Namun, tetap saja kepadatan kerap terjadi. “Insya Allah proses perbaikan jalan itu bisa selesai saat Nataru (Natal dan Tahun Baru). Sehingga titik kemacetan bisa terurai setelah semua jalur dibuka,” paparnya.
Tidak hanya jalur utama Gresik-Lamongan yang macet parah. Jalur pantura atau Jalan Daendels dalam beberapa hari juga mengular panjang. Terutama di sekitar Jalan Raya Manyar. Begitu keluar dari gate exit tol Manyar, kendaraan sudah merambat. Demikian juga dari arah sebaliknya. Kendaraan merambat hingga berkilo-kilometer. Dari dua arah.
Dari hasil analisa dan evaluasi (Anev) Satlantas Polres Gresik, memang setidaknya terdapat tiga titik yang sudah sering dan berpotensi terjadi kepadatan arus lalu lintas. Yakni, selain Jalan Raya Duduksampeyan dan Jalan Raya Manyar, juga perempatan Legundi. “Pada titik-titik tersebut akan kami bangun posko pengamanan. Karena memang rawan terjadi kemacetan,” kata KBO Satlantas Polres Gresik Iptu Ali Fauzi.
Faktor kemacetan pun disebabkan berbagai faktor. Di wilayah Legundi misalnya. Kepadatan dipicu banyaknya kendaraan besar dari berbagai industri sekitar. Sedangkan di Jalan Raya Duduksampeyan dan Jalan Raya Manyar dipicu pengerjaan jalan maupun tingginya mobilitas kendaraan.
“Skema rekayasa lalu-lintas sudah disiapkan. Termasuk mengimbau kendaraan kecil untuk melintas jalur alternatif yang sudah disiapkan,” tuturnya.
Menyambut libur Nataru, Korps Bhayangkara juga tengah menyiapkan tujuh pos di beberapa titik. Selain mengantisipasi kemacetan, ketujuh pos tersebut juga sebagai pos pengamanan masyarakat yang tengah liburan. “Khususnya di wilayah rawan kecelakaan lalu lintas,” kata Kasatlantas Polres Gresik AKP Agung Fitransyah.
Pos tersebut, lanjut dia, juga menyediakan sejumlah layanan yang bisa dimanfaatkan masyarakat ketika libur Nataru. Baik beristirahat saat perjalanan atau bahkan menikmati layanan kesehatan. “Tema Nusantara dipilih pada Pos Pelayanan Nataru untuk memperkenalkan budaya-budaya Indonesia,” katanya.
Polisi juga memasang berbagai banner imbauan dan larangan selama Nataru. Intinya, pesan agar para pengguna jalan lebih waspada dan tertib saat berkendara. “Sebagai langkah preemtiv untuk meminimalkan kejadian laka lantas. Kami juga terus mengoptimalkan penindakan terhadap para pelanggar lalu lintas melalui tilang elektronik dan manual,” pungkasnya.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement
