Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenali Ciri-ciri Penyakit Antraks pada Hewan Ternak

A
Penulis: Administrator❯
Photo
Photo
RADARSOLO.COM – Baru ini, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan penyakit hewan ternak yang dapat memakan nyawa manusia yaitu Antraks. Hal tersebut tentu membuat para warga yang memiliki ternak harsus tetap waspada.

Antraks sendiri merupakan penyakit pada hewan yang dapat menular dan disebabkan oleh bakteri bacillius antharacis. Biasanya, penyakit ini rentan menyerang hewan ternak pemakan tumbuhan seperti kambing, domba, sapi dan lainnya.

Saat terpapar udara, bakteri penyebab antraks akan membentuk spora yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan dan bahan kimia termasuk disinfektan tertentu dan dapat bertahan hidup puluhan tahun di dalam tanah dan biasa disebut ‘penyakit tanah’.

Para peternak wajib tahu bagaimana ciri-ciri hewan yang terserang penyakit Antraks. Berikut merupakan ciri-ciri hewan ternak yang terserang Antraks dikutip langsung dari laman resmi Kementerian Pertanian RI.

1. Alami Demam Tinggi

Gejala awal hewan ternak yang mengidap penyakit Antraks biasanya akan mengalami demam tinggi yang disebabkan karena terinfeksi bakteri.

2. Muncul Gelaja Kesakitan

Hewan ternak yang terinfeksi bakteri tersebut akan mengalami gelisah, susah nafas, kejang-kejang, hingga pingsan. Tidak jarang juga, beberapa hewan ternak mati mendadak dan tidak memunculkan beberapa gejala tersebut.

3. Keluar Darah

Gejala yang cukup signifikan pada hewan yang terinfeksi penyakit Antraks adalah berupa darah yang dikeluarkan dari beberapa lubang diantaranya mulut, hidung, telinga dan anus.

4. Perubahan Fisik

Perubahan fisik yang dialami oleh hewan ternak yang terkena penyakit Antraks adalah perut buncit karena dampak kembung.

Pasalnya, penyakit Antraks dapat saja menular pada manusia. Hal itu dapat ditularkan melalui luka terbuka, menghirup atau menelan spora Antraks. Gejala tersebut dapat berupa luka kulit yang diawali dari benjolan, kemerahan, dan ruam pada kulit.

Gejala lain dapat muncul dari pencernaan dengan cir-ciri mual, muntah, dan diare yang disertai darah. Selain itu, gejala lain yang dapat dirasakan yakni melalui saluran pernapasan yang ditandai oleh rasa sakit pada tenggorokan, sesak bagian dada, hingga kesulitan bernapas

Editor: Bintang Pradewo

Advertisement
Advertisement
Editor : Administrator

Artikel Terkait

Dampingi Warga Korban TPA Putri Cempo, Lurah Mojosongo Dikado Sapi

Dampingi Warga Korban TPA Putri Cempo, Lurah Mojosongo Dikado Sapi

Lurah Mojosongo Katarina Kartika mendapat kado seekor sapi jantan jumbo dari Wali Kota Solo Respati Ardi sebagai apresiasi atas pendampingannya selama kebakaran TPA Putri Cempo.

Cungkring, Kuliner Bogor yang Sudah Ada Sejak 1975 dan Punya Cita Rasa Khas

Cungkring, Kuliner Bogor yang Sudah Ada Sejak 1975 dan Punya Cita Rasa Khas

Cungkring merupakan kuliner khas Bogor yang telah ada sejak 1975. Berisi kikil, urat, dan bagian sapi lainnya, makanan ini disajikan dengan lontong serta bumbu kacang gurih-manis.

Bara Api di Tungku Bakar Kandang dan Rumah di Klego Boyolali, 2 Sapi Selamat

Bara Api di Tungku Bakar Kandang dan Rumah di Klego Boyolali, 2 Sapi Selamat

Luas area yang terbakar sekitar 10x8 meter. Dalam kejadian ini, petugas Damkar Boyolali berhasil menyelamatkan sebagian bangunan dan 2 ekor sapi milik warga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer