alexametrics
23.3 C
Surakarta
Thursday, 18 August 2022

Pasien Suspect Monkeypox Negatif

Ganjar: Deteksi Dini Perketat Pintu Pelabuhan dan Bandara

BOYOLALI – Satu warga asal Jawa Tengah yang terindikasi monkeypox alias cacar monyet dinyatakan negatif setelah melakukan tes PCR. Selanjutnya untuk mengantisipasi masuknya virus ini, Gubernur Jawa Tengah menginstruksikan agar memperketat lalulintas di pelabuhan maupun bandara di wilayah Jateng.

“Kemarin terindikasi satu (suspect cacar monyet, Red). Tadi hasil PCR-nya negatif,” jelas Ganjar Pranowo di sela kegiatan acara ruwat rawat sendang pitu di Desa Cabeankunti, Cepogo, Boyolali, Kamis (4/8).

Meski hasilnya negatif cacar monyet, Ganjar tetap menyiapkan langkah antisipasi. Mengingat, virus tersebut berasal dari luar negeri dan bukan penyakit endemis. Dia meminta masyarakat untuk segera memeriksakan kesehatannya jika mengalami gejala atau tidak enak badan. Sehingga bagaimana kondisi kesehatannya akan segera terdeteksi. Apakah positif cacar monyet atau bukan.

“Semuanya sekarang kalau ada gejala segera periksa. Itu yang paling penting. Kami juga selalu berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya untuk menyiapkan antisipasi-antisipasinya. Karena monkeypox ini berasal dari luar negeri, maka pintu-pintu masuk Indonesia harus ketat pemeriksaannya,” katanya.

Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat maupun warga negara asing (WNA) dari luar negeri. Agar jika ditemukan indikasi awalnya bisa dideteksi. Maka dia menilai perlu pengetatan pemeriksaan kesehatan di pintu masuk wilayah Indonesia. Baik di pelabuhan maupun bandar udara. Karena lalu lintas masyarakat bisa diketahui.

“Saya berharap semua (dilakukan pemeriksaan, Red). Sebab, ini (cacar monyet, Red) tidak dari Indonesia ya, tetap saja pintu-pintu masuk Indonesia harus ketat. Kami minta nanti Kementerian Kesehatan memberikan briefing kepada siapapun penjaga pintu-pintu agar mengecek dengan alat. Sehingga indikasi awalnya bisa diketahui,” ujar dia.

Sebelumnya Ganjar menyebutkan ada satu warga Jateng yang terindikasi cacar monyet. Pasien suspect cacar monyet tersebut dalam pantauan Dinkes Jateng. Pasien juga menjalani isolasi selama pemeriksaan PCR belum keluar. Kondisinya juga dipantau secara intensif oleh pihak rumah sakit setempat. (eno/rgl/bun)

BOYOLALI – Satu warga asal Jawa Tengah yang terindikasi monkeypox alias cacar monyet dinyatakan negatif setelah melakukan tes PCR. Selanjutnya untuk mengantisipasi masuknya virus ini, Gubernur Jawa Tengah menginstruksikan agar memperketat lalulintas di pelabuhan maupun bandara di wilayah Jateng.

“Kemarin terindikasi satu (suspect cacar monyet, Red). Tadi hasil PCR-nya negatif,” jelas Ganjar Pranowo di sela kegiatan acara ruwat rawat sendang pitu di Desa Cabeankunti, Cepogo, Boyolali, Kamis (4/8).

Meski hasilnya negatif cacar monyet, Ganjar tetap menyiapkan langkah antisipasi. Mengingat, virus tersebut berasal dari luar negeri dan bukan penyakit endemis. Dia meminta masyarakat untuk segera memeriksakan kesehatannya jika mengalami gejala atau tidak enak badan. Sehingga bagaimana kondisi kesehatannya akan segera terdeteksi. Apakah positif cacar monyet atau bukan.

“Semuanya sekarang kalau ada gejala segera periksa. Itu yang paling penting. Kami juga selalu berkoodinasi dengan pihak-pihak terkait lainnya untuk menyiapkan antisipasi-antisipasinya. Karena monkeypox ini berasal dari luar negeri, maka pintu-pintu masuk Indonesia harus ketat pemeriksaannya,” katanya.

Perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan pada masyarakat maupun warga negara asing (WNA) dari luar negeri. Agar jika ditemukan indikasi awalnya bisa dideteksi. Maka dia menilai perlu pengetatan pemeriksaan kesehatan di pintu masuk wilayah Indonesia. Baik di pelabuhan maupun bandar udara. Karena lalu lintas masyarakat bisa diketahui.

“Saya berharap semua (dilakukan pemeriksaan, Red). Sebab, ini (cacar monyet, Red) tidak dari Indonesia ya, tetap saja pintu-pintu masuk Indonesia harus ketat. Kami minta nanti Kementerian Kesehatan memberikan briefing kepada siapapun penjaga pintu-pintu agar mengecek dengan alat. Sehingga indikasi awalnya bisa diketahui,” ujar dia.

Sebelumnya Ganjar menyebutkan ada satu warga Jateng yang terindikasi cacar monyet. Pasien suspect cacar monyet tersebut dalam pantauan Dinkes Jateng. Pasien juga menjalani isolasi selama pemeriksaan PCR belum keluar. Kondisinya juga dipantau secara intensif oleh pihak rumah sakit setempat. (eno/rgl/bun)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/