alexametrics
32.3 C
Surakarta
Friday, 19 August 2022

Awan Panas Gunung Merapi Meluncur Lagi, Warga Dusun Stabelan Tetap Tenang

BOYOLALI – Guguran awan panas Gunung Merapi kembali terjadi Jumat (5/8) pukul 08.47. Peristiwa ini disaksikan warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo, yang sedang kerja bakti membersihkan lingkungan. Namun, mereka tidak panik karena sudah terbiasa.

Kejadian ini direkam oleh warga Stabelan. Tampak beberapa warga masih kerja bakti. Sedangkan Merapi yang terletak di belakang mereka tampak mengeluarkan asap putih yang meluncur ke bawah. Warga tampak tidak panik dan tetap melakukan aktivitas lagi.

Demisioner Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Selo Mujianto mengatakan, guguran awan panas terjadi sekitar pukul 08.47. “Ini kali pertama aktivitas guguran Merapi mengarah ke arah barat laut. Meski demikian, warga tidak panik,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (5/8).

Muji menilai, ketenangan masyarakat melihat guguran tersebut sebagai bentuk ketangguhan warga lereng Merapi. “Warga lokal setiap harinya mong tinemong bersama Merapi. Jadi video berbeda lokasinya. Video pertama itu warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele yang sedang bergotong royong membangun drainase,” katanya.

Guguran awan panas ini memang kerap terjadi. Warga juga tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak terjadi hujan abu dan lainnya. Guguran tersebut mengarah ke Kali Trising dengan jarak luncur sekitar 500 meter. Merapi saat ini masih dalam status siaga atau level III.

“Sampai saat ini saya belum menerima kabar terkait hujan abu. Sementara masih aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Stabelan Maryanto mengatakan, guguran material tersebut mengarah ke barat laut. Guguran tersebut terjadi sekitar pukul 08.48. Ini terlihat jelas dari Dusun Stabelan. Warga yang saat itu sedang beraktivitas secara refleks melihat ke arah Gunung Merapi.

“Itu (guguran, Red) kayaknya longsoran (material lama, Red). Bukan guguran lava. Longsoran mengarah ke hulu Kali Trising,” jelasnya.

Guguran tersebut tidak membuat panik warga. Masyarakat di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi itu tetap beraktivitas seperti biasanya. “Masih aman, warga nggak panik, masih beraktivitas seperti biasanya,” katanya. (rgl/bun/dam)

BOYOLALI – Guguran awan panas Gunung Merapi kembali terjadi Jumat (5/8) pukul 08.47. Peristiwa ini disaksikan warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Selo, yang sedang kerja bakti membersihkan lingkungan. Namun, mereka tidak panik karena sudah terbiasa.

Kejadian ini direkam oleh warga Stabelan. Tampak beberapa warga masih kerja bakti. Sedangkan Merapi yang terletak di belakang mereka tampak mengeluarkan asap putih yang meluncur ke bawah. Warga tampak tidak panik dan tetap melakukan aktivitas lagi.

Demisioner Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Selo Mujianto mengatakan, guguran awan panas terjadi sekitar pukul 08.47. “Ini kali pertama aktivitas guguran Merapi mengarah ke arah barat laut. Meski demikian, warga tidak panik,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (5/8).

Muji menilai, ketenangan masyarakat melihat guguran tersebut sebagai bentuk ketangguhan warga lereng Merapi. “Warga lokal setiap harinya mong tinemong bersama Merapi. Jadi video berbeda lokasinya. Video pertama itu warga Dusun Stabelan, Desa Tlogolele yang sedang bergotong royong membangun drainase,” katanya.

Guguran awan panas ini memang kerap terjadi. Warga juga tetap beraktivitas seperti biasa. Tidak terjadi hujan abu dan lainnya. Guguran tersebut mengarah ke Kali Trising dengan jarak luncur sekitar 500 meter. Merapi saat ini masih dalam status siaga atau level III.

“Sampai saat ini saya belum menerima kabar terkait hujan abu. Sementara masih aman dan nyaman,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dusun (Kadus) Stabelan Maryanto mengatakan, guguran material tersebut mengarah ke barat laut. Guguran tersebut terjadi sekitar pukul 08.48. Ini terlihat jelas dari Dusun Stabelan. Warga yang saat itu sedang beraktivitas secara refleks melihat ke arah Gunung Merapi.

“Itu (guguran, Red) kayaknya longsoran (material lama, Red). Bukan guguran lava. Longsoran mengarah ke hulu Kali Trising,” jelasnya.

Guguran tersebut tidak membuat panik warga. Masyarakat di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) III Gunung Merapi itu tetap beraktivitas seperti biasanya. “Masih aman, warga nggak panik, masih beraktivitas seperti biasanya,” katanya. (rgl/bun/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/