alexametrics
23.3 C
Surakarta
Wednesday, 17 August 2022

Modus Anyar Penipuan, Incar Sopir yang Terlibat Kecelakaan

BOYOLALI – Modus kejahatan kian beragam. Kali ini membidik mereka yang sedang kesusahan. Di antaranya sopir truk yang terlibat kecelakaan.

Si penelepon mengaku sebagai kanit penegakkan hukum (Gakkum) Satlantas Polres Boyolali dan meminta uang senilai Rp 20 juta. Penipuan itu menyasar Azmi Setiawan, sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan di simpang tiga Randusari dan menewaskan seorang pelajar, Selasa (2/8).

Warga Kademangan, Kabupaten Tegal itu mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Bambang dan menjabat kanit laka Satlantas Polres Boyolali, Kamis (4/8).

“Saat sarapan di warung, tiba-tiba ada telepon. Si penelepon bilang agar saya sarapan yang kenyang karena setelah itu bakal ditahan. Saya tanya, maksudnya apa? Dia jawab hanya guyon,” terangnya, Jumat (5/8).

Pelaku kemudian menawarkan dua pilihan kepada Azmi. Pertama, menyelesaikan kasus kecelaakan di pengadilan atau di bawah jembatan. Azmi yang kebingungan kembali menanyakan maksud si penelepon. Sebab kecelakaan yang menewaskan pelajar SMA tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya tanya, maksudnya apa kok diselesaikan di bawah jembatan. Urusan saya sudah selesai secara kekeluargaan. Lalu dia bicara terus sampai minta uang senilai Rp 20 juta biar kasusnya selesai. Uangnya minta ditransfer,” beber dia.

Azmi menegaskan tidak memiliki uang. Tapi si pelaku ngotot meminta uang dan memotret uang cash senilai Rp 20 juta. “Buat apa difoto (uangnya, Red). Saat ini saya bersama pak kanit. Setelah itu telepon dimatikan,” ujarnya.

Belakangan diketahui, kejadian serupa dialami Sutrisno, sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan di tol Semarang -Solo, Sabtu (30/7). Dia juga ditelepon orang yang mengaku sebagai kanit laka Satlantas Polres Boyolali.

“Dia belum sempat bilang minta uang berapa. Karena saya langsung laporan ke petugas yang ada dan diminta tidak usah digagas (ditanggapi),” kata Sutrisno. (rgl/wa/dam)

BOYOLALI – Modus kejahatan kian beragam. Kali ini membidik mereka yang sedang kesusahan. Di antaranya sopir truk yang terlibat kecelakaan.

Si penelepon mengaku sebagai kanit penegakkan hukum (Gakkum) Satlantas Polres Boyolali dan meminta uang senilai Rp 20 juta. Penipuan itu menyasar Azmi Setiawan, sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan di simpang tiga Randusari dan menewaskan seorang pelajar, Selasa (2/8).

Warga Kademangan, Kabupaten Tegal itu mendapat telepon dari seseorang yang mengaku bernama Bambang dan menjabat kanit laka Satlantas Polres Boyolali, Kamis (4/8).

“Saat sarapan di warung, tiba-tiba ada telepon. Si penelepon bilang agar saya sarapan yang kenyang karena setelah itu bakal ditahan. Saya tanya, maksudnya apa? Dia jawab hanya guyon,” terangnya, Jumat (5/8).

Pelaku kemudian menawarkan dua pilihan kepada Azmi. Pertama, menyelesaikan kasus kecelaakan di pengadilan atau di bawah jembatan. Azmi yang kebingungan kembali menanyakan maksud si penelepon. Sebab kecelakaan yang menewaskan pelajar SMA tersebut sudah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Saya tanya, maksudnya apa kok diselesaikan di bawah jembatan. Urusan saya sudah selesai secara kekeluargaan. Lalu dia bicara terus sampai minta uang senilai Rp 20 juta biar kasusnya selesai. Uangnya minta ditransfer,” beber dia.

Azmi menegaskan tidak memiliki uang. Tapi si pelaku ngotot meminta uang dan memotret uang cash senilai Rp 20 juta. “Buat apa difoto (uangnya, Red). Saat ini saya bersama pak kanit. Setelah itu telepon dimatikan,” ujarnya.

Belakangan diketahui, kejadian serupa dialami Sutrisno, sopir truk tronton yang terlibat kecelakaan di tol Semarang -Solo, Sabtu (30/7). Dia juga ditelepon orang yang mengaku sebagai kanit laka Satlantas Polres Boyolali.

“Dia belum sempat bilang minta uang berapa. Karena saya langsung laporan ke petugas yang ada dan diminta tidak usah digagas (ditanggapi),” kata Sutrisno. (rgl/wa/dam)

Populer

Berita Terbaru

spot_img
/